Arsip Tag: Paracetamol

Obat Gusi Bengkak, dari Obat Apotek Sampai Bahan Alami

Obat Gusi Bengkak, dari Obat Apotek Sampai Bahan Alami

Beberapa orang mungkin pernah mengalami gusi bengkak, termasuk juga Anda. Jika tidak diatasi obat gusi bengkak yang tepat maka dapat menimbulkan rasa nyeri, bahkan jadi sulit makan, minum, dan berbicara.

Untuk mengatasi rasa nyeri yang ditimbulkan, ada beberapa rekomendasi obat gusi bengkak apotik yang ampuh serta beberapa jenis obat alami gusi bengkak yang bisa Anda dapatkan di rumah sendiri.

Penyebab gusi bengkak yang perlu diketahui

Ada sejumlah kondisi yang menjadi penyebab gusi bengkak, yaitu:

  • Radang gusi (gingivitis) akibat kebersihan mulut tidak terjaga
  • Infeksi bakteri dan jamur
  • Kekurangan nutrisi
  • Sensitif terhadap penggunaan pasta gigi atau obat kumur
  • Adanya sisa makanan yang tertinggal di gigi dan gusi
  • Pengaruh hormon saat kehamilan

Maka dari itu, obat untuk gusi bengkak cenderung berbeda-beda tergantung penyebab dan kondisi kesehatan Anda.

Obat gusi bengkak di apotik paling ampuh

Obat gusi bengkak di apotik bisa Anda gunakan untuk mengobati nyeri akibat gusi bengkak.

Akan tetapi, Anda harus ingat bahwa mengobati gigi yang sakit dengan obat pereda nyeri hanya dapat bertahan sementara waktu.

Ini berarti, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter gigi untuk mendapatkan obat untuk gusi bengkak yang sesuai dengan kondisi Anda.

Lantas, apa saja obat gusi bengkak di apotik paling ampuh untuk membantu meredakan nyeri akibat gusi bengkak?

1. Hidrogen peroksida

Salah satu obat gusi bengkak di apotik adalah hidrogen peroksida.

Beberapa masalah gusi, seperti gusi memerah, terasa nyeri, dan bengkak, dapat ditangani dengan berkumur menggunakan larutan hidrogen peroksida.

Hidrogen peroksida bisa menjadi pilihan obat gusi bengkak di apotik paling ampuh apabila digunakan dengan tepat.

Larutan antiseptik ini tersedia di apotek atau toko obat dan dapat dibeli tanpa resep dokter untuk membantu mengatasi radang gusi.

Anda dianjurkan untuk mengencerkan 3% hidrogen peroksida dengan 3 sendok makan air. Kemudian, gunakan sebagai obat kumur untuk gusi bengkak selama 30 detik.

Lakukan langkah ini 2-3 kali dalam seminggu sampai gusi bengkak pulih.

2. Ibuprofen

Ibuprofen adalah salah satu obat gusi bengkak di apotik yang ampuh meredakan rasa nyeri akibat gusi bengkak.

Obat untuk gusi bengkak ini termasuk dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

Ibuprofen berperan untuk meredakan radang penyebab gusi bengkak dan demam yang mungkin menyertainya.

Sama seperti obat pada umumnya, ibuprofen dapat menimbulkan beberapa efek samping ringan hingga berat.

Beberapa efek sampingnya yang ringan, antara lain sakit perut, mual, muntah, sakit kepala, diare, sembelit, dan pusing.

Sementara, efek samping ibuprofen yang berat dapat berupa nyeri dada, sesak napas, urine berwarna gelap, hingga kulit dan bagian putih mata yang menguning.

Jika Anda mengalami hal ini, segera hentikan konsumsi obat gusi bengkak di apotik ini dan hubungi dokter.

3. Paracetamol

Selain ibuprofen, paracetamol juga bisa menjadi alternatif obat gusi bengkak di apotik paling ampuh dan mudah ditemukan.

Obat yang juga dikenal dengan nama acetaminophen ini juga relatif aman digunakan oleh dewasa dan anak-anak.

Tak hanya rasa nyeri, paracetamol juga mampu menurunkan demam yang mungkin muncul akibat gusi bengkak.

Pastikan Anda menggunakan paracetamol sebagai obat gusi bengkak dengan dosis yang tepat dan sesuai saran dokter atau aturan pakai pada kemasan.

4. Chlorhexidine

Chlorhexidine adalah jenis obat gusi bengkak apotik yang ampuh untuk mencegah pertumbuhan bakteri di area mulut, termasuk akibat gusi bengkak yang disebabkan oleh gingivitis atau radang gusi.

Namun, untuk obat sakit gusi bengkak, gunakan chlorhexidine varian obat kumur. Biasanya obat ini harus ditebus dengan resep dokter.

Anda dapat berkumur dengan obat kumur gusi bengkak ini setelah Anda menggosok gigi. Lalu, segera buang larutan tersebut setelah berkumur 30 detik.

Chlorhexidine tidak boleh ditelan. Hindari pula membilas mulut dengan air setelah berkumur agar obat untuk gusi bengkak ini dapat bekerja optimal.

Agar lebih aman, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi sebelum menggunakan obat kumur gusi bengkak ini.

Sederet obat alami gusi bengkak yang ada di rumah

Saat sedang mengalami gusi bengkak, solusi yang tepat adalah dengan berobat ke dokter gigi.

Akan tetapi, sambil menunggu jadwal konsultasi berobat dan mengonsumsi obat gusi bengkak di apotik yang ampuh, tak ada salahnya Anda mengurangi rasa nyeri akibat gusi bengkak dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di dapur ini.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa obat alami gusi bengkak ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut guna memastikan keefektifannya.

Jadi, Anda perlu lebih berhati-hati dalam menggunakannya. Bila perlu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter gigi.

Berikut adalah obat alami gusi bengkak dari bahan alami yang mungkin ada di dapur Anda:

1. Kumur air garam

Kumur air garam adalah salah satu obat alami gusi bengkak paling ampuh yang bisa Anda coba di rumah.

Berkumur air garam dapat membantu meringankan rasa nyeri dan meredakan bengkak pada gusi.

Ini karena garam bersifat menyerap air sehingga efektif membunuh bakteri jahat dalam mulut.

Cara membuat air garam untuk berkumur sangat mudah.

Anda cukup menggunakan air hangat, lalu larutkan 1 sendok teh garam ke dalamnya.

Kemudian, kumur-kumur air garam secara merata di segala penjuru mulut selama beberapa detik, dan buang airnya. Ingat, jangan sampai menelan air bekas kumur.

Anda dapat rutin berkumur air garam sebagai obat kumur untuk gusi bengkak setidaknya dua kali sehari, atau sampai nyeri akibat gusi bengkak mulai mereda.

2. Kompres es batu

Obat alami gusi bengkak yang mudah, cepat, dan ampuh berikutnya adalah kompres dingin.

Suhu dingin dapat membuat saraf pemicu nyeri di sekitar area mulut jadi mati rasa sehingga meredakan nyeri dan pembengkakan pada gusi.

Caranya menggunakannya mudah, ambil beberapa bongkah es batu lalu bungkus dengan kain waslap atau handuk bersih.

Tempatkan bungkusan es batu tersebut di bagian pipi yang terasa nyeri.

3. Kompres air hangat

Selain kompres es batu, kompres air hangat juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri akibat gusi bengkak.

Anda cukup membasahi kain waslap atau handuk bersih dengan air hangat.

Peras airnya, lalu tempatkan kain atau handuk tersebut di bagian pipi yang terasa nyeri.

Sebaiknya, jangan langsung menempelkan kain atau handuk pada gusi bengkak yang terasa sakit.

4. Kunyit

Kunyit yang umumnya menjadi pewarna alami dalam makanan ternyata dapat disiasati sebagai obat alami gusi bengkak.

Kandungan kurkumin pada kunyit diyakini dapat melawan bakteri penyebab infeksi gusi, serta meredakan peradangannya.

Bahkan, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Indian Society of Periodontology menunjukkan bahwa obat herbal gusi bengkak dari kunyit dapat berpotensi mencegah pembentukan plak di gigi dan risiko gingivitis (radang gusi).

Cara menggunakan kunyit sebagai obat herbal gusi bengkak adalah parut setengah ruas kunyit dan campurkan dengan air.

Anda juga bisa menggunakan bubuk kunyit agar lebih praktis. Lalu, aduk rata sampai membentuk krim kental.

Oleskan krim kental dari kunyit tersebut pada area gusi yang membengkak.

Anda bisa menggunakannya saat menggosok gigi. Diamkan selama 10 menit, lalu berkumur dengan air untuk membersihkannya.

Lakukan cara ini dua kali sehari untuk mengurangi pembengkakan pada gusi.

Namun, perhatikan apakah Anda memiliki riwayat alergi terhadap bahan alami satu ini atau tidak sebelum menggunakannya.

Selain itu, sebaiknya jangan menggunakannya secara berlebihan.

5. Minyak esensial

Hasil penelitian yang dimuat dalam European Journal of Dentistry mengungkapkan minyak peppermint dan tea tree oil diyakini dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme di area mulut, termasuk gusi.

Caranya, campurkan 3 tetes minyak peppermint atau tea tree oil dengan beberapa tetes air hangat.

Lalu, gunakan obat kumur gusi bengkak ini untuk berkumur-kumur selama 30 detik dan buang airnya.

Lakukan langkah ini dua kali sehari sampai nyeri gusi bengkak mereda.

6. Lidah buaya

Menurut hasil studi Journal of Clinical and Experimental Dentistry, lidah buaya sama efektifnya dengan chlorhexidine, yakni obat untuk gusi bengkak yang ampuh redakan nyeri akibat gingivitis (radang gusi).

Anda cukup menggunakan dua sendok makan lidah buaya sebagai obat kumur gusi bengkak.

Lakukan cara alami ini dua kali sehari selama 10 hari berturut-turut agar gusi bengkak dapat mereda.

Konsultasikan ke dokter apabila ….

Jika berbagai obat gusi bengkak di apotik paling ampuh dan bahan-bahan alami di atas tidak juga meredakan gusi bengkak, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi.

Sebab, bisa jadi penyebab gusi bengkak yang Anda alami merupakan gejala penyakit atau infeksi yang lebih serius sehingga memerlukan penanganan langsung dari ahlinya.

Jadi, jangan menunda waktu untuk pergi ke dokter gigi bila Anda mengalami gejala sebagai berikut:

  • Gusi terasa sangat sakit
  • Gusi bengkak disertai berdarah
  • Kesulitan untuk membuka mulut, sehingga mengunyah, menelan, atau berbicara menjadi terasa menyiksa
  • Rasa nyeri atau pembengkakan pada mulut, wajah, hingga leher
  • Rasa nyeri tidak hilang meski sudah minum obat pereda nyeri
  • Rasa nyeri tidak kunjung membaik lebih dari seminggu

Dokter gigi akan memberikan pengobatan gusi bengkak berdasarkan tingkat keparahan dan gejala yang dialami.

Mulai dari tindakan medis hingga pemberian obat sakit gigi gusi bengkak tertentu.

Penting pula untuk senantiasa menjaga kebersihan mulut, menggunakan obat kumur, serta menggosok gigi secara rutin sebagai cara mencegah gusi bengkak.

Paracetamol (Acetaminophen)

Paracetamol (Acetaminophen)

Paracetamol adalah obat untuk meredakan demam dan nyeri, termasuk nyeri haid atau sakit gigi. Paracetamol atau acetaminophen tersedia dalam bentuk tablet, sirop, tetes, suppositoria, dan infus.

Walaupun mekanisme kerjanya belum diketahui secara pasti, paracetamol diketahui bekerja pada pusat pengaturan suhu yang ada di otak untuk menurunkan suhu tubuh saat seseorang sedang mengalami demam. Selain itu, obat ini juga bisa menghambat pembentukan prostaglandin, sehingga bisa meredakan nyeri.

Merek dagang paracetamol: Hufagesic, Mixagrip Flu, Feminax, Naprex, Panadol, Paramex SK, Paramol, Poro, Sanmol, Tempra, Termorex, Oskadon.

Bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona dan memerlukan pemeriksaan COVID-19, klik tautan di bawah ini agar Anda dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat:

  • Rapid Test Antibodi
  • Swab Antigen (Rapid Test Antigen)
  • PCR

Apa Itu Paracetamol

Golongan Obat bebas
Kategori Obat penurun panas dan pereda nyeri (analgesik dan antipiretik)
Manfaat Meredakan demam dan nyeri
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Paracetamol untuk ibu hamil dan menyusui Obat minum dan suppositoriaKategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Infus dan suntik

Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Paracetamol dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, lebih baik berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Bentuk obat Tablet, kaplet, sirop, tetes, infus, dan suppositoria.

Peringatan Sebelum Menggunakan Paracetamol (Acetaminophen)

Sebelum menggunakan paracetamol, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Jangan menggunakan paracetamol jika Anda alergi terhadap obat ini. Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda menderita penyakit liver, penyakit ginjal, atau kecanduan alkohol.
  • Beberapa produk paracetamol sirup mungkin akan mengandung aspartame, konsultasikan dengan dokter jika Anda menderita diabetes atau fenilketonuria.
  • Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda memberikan paracetamol kepada anak usia di bawah 2 tahun.
  • Paracetamol suntik hanya boleh diberikan oleh dokter di rumah sakit atau fasilitas kesehatan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi suplemen, produk herbal, atau obat tertentu, seperti obat antikejang, obat batuk pilek, atau obat pengencer darah.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal konsumsi obat penurun demam dan antinyeri, seperti paracetamol jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah menggunakan paracetamol.

Dosis dan Aturan Pakai Paracetamol (Acetaminophen)

Dosis paracetamol akan disesuaikan dengan bentuk sediaan obat, tujuan penggunaan, dan usia pasien. Secara umum, berikut dosis paracetamol tablet atau suppositoria untuk meredakan nyeri dan demam, sesuai usia pasien:

  • Dewasa: 500-1.000 mg atau 10–15 mg/kgBB, tiap 4–6 jam. Dosis maksimal 4.000 mg per hari.
  • Bayi dan anak-anak: 10–15 mg/kgBB, tidak 4–6 jam. Dosis tidak boleh lebih dari 15 mg/kgBB per dosis.

Dosis untuk anak-anak berusia dibawah 2 tahun akan ditentukan oleh dokter. Khusus untuk paracetamol infus, dosis dan pemberiannya akan dilakukan langsung oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter sesuai kondisi pasien.

Cara Menggunakan Paracetamol (Acetaminophen) dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada pada kemasan obat sebelum menggunakan paracetamol. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Paracetamol infus akan diberikan langsung oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Obat akan diberikan sesuai anjuran dokter.

Paracetamol dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Untuk paracetamol sirop, kocok botol terlebih dahulu sebelum obat digunakan. Gunakan sendok takar yang tersedia di dalam kemasan obat agar dosis lebih tepat.

Paracetamol suppositoria digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam anus. Pastikan Anda membuka plastik pembungkusnya terlebih dahulu, kemudian masukkan obat bagian ujung yang lancip ke dalam dubur.

Setelah obat masuk, duduk atau berbaring terlebih dahulu selama 10–15 menit hingga obat terasa meleleh. Jangan lupa cuci tangan sebelum dan sesudah memasukkan paracetamol suppositoria. Paracetamol suppositoria perlu disimpan di dalam kulkas.

Hentikan penggunaan paracetamol jika keluhan tidak kunjung reda setelah 3 hari menggunakan obat ini.

Simpan paracetamol di tempat yang kering dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Penggunaan paracetamol untuk infeksi virus Corona

Paracetamol merupakan obat penurun demam yang dianjurkan untuk meredakan demam akibat infeksi virus Corona (COVID-19). Dosis yang digunakan sama dengan dosis yang sudah dijelaskan di atas.

Anda dapat menggunakan paracetamol sebagai pengobatan awal jika mengalami demam ringan. Namun, jika demam yang dialami tidak kunjung reda atau justru memburuk dan disertai sesak napas, segera periksakan diri ke dokter.

Baca Juga: Manfaat Vaksin Penting untuk Mencegah Penularan Penyakit

Interaksi Paracetamol (Acetaminophen) dengan Obat Lain

Paracetamol dapat menimbulkan interaksi jika digunakan dengan obat lainnya. Berikut ini beberapa interaksi yang dapat terjadi:

  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakandengan warfarin
  • Penurunan kadar paracetamol dalam darah jika digunakan dengan carbamazepine, colestiramine, phenobarbital, phenytoin, atau primidone
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping obat busulfan
  • Peningkatan penyerapan paracetamol jika digunakan dengan metoclopramide,domperidone, chloramphenicol, atau probenecid
  • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan isoniazid

Selain itu, jika paracetamol digunakan bersama alkohol maka bisa meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati.

Efek Samping dan Bahaya Paracetamol (Acetaminophen)

Jika dikonsumsi sesuai anjuran dokter dan petunjuk penggunaan, paracetamol umumnya jarang menimbulkan efek samping. Namun, jika digunakan secara berlebihan dapat muncul beberapa efek samping berikut:

  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Sulit tidur
  • Perut bagian atas terasa sakit
  • Urin berwarna gelap
  • Lelah yang tidak biasa
  • Penyakit kuning

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung mereda atau semakin memburuk. Anda juga harus segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat setelah menggunakan obat ini.