Arsip Tag: Jenis-jenis Sekolah Kedinasan

Jenis-jenis Sekolah Kedinasan di Indonesia dan Cara Mendaftarnya

Jenis-jenis Sekolah Kedinasan di Indonesia dan Cara Mendaftarnya

Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) merupakan pilihan lanjutan studi yang paling umum dikenal dan menjadi pilihan utama bagi para siswa yang baru lulus Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau sederajat. Namun, terdapat salah satu pilihan lagi selain kedua pilihan tersebut, yang dapat menjadi pilihan baik juga untuk melanjutkan pendidikan. Pilihan tersebut adalah seklah kedinasan.

Sekolah kedinasan merupakan perguruan tinggi yang terikat dengan lembaga pemerintahan yang berperan sebagai penyelenggara pendidikan. Secara sederhana, sekolah kedinasan merupakan perguruan tinggi yang dikelola dan berada dalam naungan institusi pemerintah, naik itu lembaga pemerintahan, badan pemerintahan, atau kementerian. Contoh sekolah kedinasan, yaitu STAN yang dikelola oleh Kementerian Keuangan, STSN yang penyelenggaranya merupakan Badan Siber dan Sandi Negara, dan IPDN yang berada dalam naungan Kementerian Dalam Negeri.

Layaknya perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta, jurusan yang tersedia di sekolah kedinasan juga bermacam-macam, sehingga anda bisa menyesuaikan pilihan jurusan dengan bakat dan minat masing-masing, agar akhirnya dapat mencapai hasil yang optimal selama masa pendidikan berlangsung. Contohnya, jika anda tertarik pada bidang akuntansi atau manajemen, anda bisa mendaftar ke PKN STAN. Jika anda memiliki minat dalam bidang kemaritiman, anda dapat mendaftar ke STIP Jakarta, dan lain sebagainya.

Bagi mereka yang sudah kenal dengan sekolah kedinasan, pastinya sekolah kedinasan menjadi salah satu pilihan utama yang diidamkan. Sebab, mereka yang menjadi lulusan dari sekolah kedinasan ini, pasalnya akan memiliki kesempatan kerja yang bersifat pasti dan peluangnya lebih besar. Hal ini dikarenakan sekolah kedinasan juga ada yang menyelenggarakan ikatan dinas.

Jadi, mereka yang menjadi peserta didik sekolah kedinasan, setelah lulus akan ditempatkan di instansi penyelenggara pendidikan terkait, dan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Oleh sebab itu, sekolah kedinasan dapat menjadi salah satu pilihan unggul bagi kalian yang sebentar lagi atau baru saja lulus Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau sederajat, dan ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Jenis-Jenis Sekolah Kedinasan

Sekolah kedinasan di Indonesia terbagi menjadi dua jenis berdasarkan program yang diadakannya, yakni sekolah kedinasan dengan ikatan dinas dan sekolah kedinasan non ikatan dinas. Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Sekolah Kedinasan dengan Ikatan Dinas

Sekolah kedinasan dengan ikatan dinas merupakan sekolah kedinasan yang menyelenggarakan pendidikan dengan ikatan dinas bagi seluruh peserta didiknya. Jadi, para peserta didik tidak dipungut biaya apa pun selama masa pendidikan. Namun, setelah mereka lulus, peserta didik akan langsung diangkat atau ditempatkan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di berbagai lembaga pemerintahan yang terkait.

Contoh sekolah kedinasan dengan ikatan dinas, yakni:

  • Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN)
  • Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
  • Akademi Kepolisian (AKPOL)
  • Akademi Militer (AKMIL)
  • Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG)
  • Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS)

Baca Juga: 4 Universitas Terbaik di Makassar Akreditasi A Terbaru

2. Sekolah Kedinasan Non Ikatan Dinas

Sekolah kedinasan non ikatan dinas merupakan sekolah kedinasan yang tidak menyelenggarakan program ikatan dinas, sehingga para peserta didik tidak terikat dengan sekolah kedinasan tersebut. Para peserta didik harus membayar uang kuliah selama masa pendidikan, dan saat mereka lulus tidak akan langsung diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai pemerintahan lainnya.

Contoh sekolah kedinasan non ikatan dinas, yakni:

  • Sekolah Tinggi Pertahanan Nasional (STPN)
  • Politeknik Kesehatan oleh Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes)
  • Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) atau Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia
  • Politeknik Pariwisata
  • Sekolah Tinggi Multi Media MMTC (STMM MMTC)
  • Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas)

Sekolah kedinasan juga terbagi lagi menjadi 3 jenis sekolah berdasarkan jenis pendidikan yang akan ditempuh oleh peserta didik. Berikut penjelasannya

1. Sekolah Kedinasan Militer

Sesuai dengan namanya, sekolah kedinasan militer adalah perguruan tinggi yang dibuka khusus untuk para calon anggota militer Indonesia baik TNI atau Polri. Di sekolah kedinasan ini, para peserta didik akan mendapat pendidikan dan pelatihan, agar bisa menjadi anggota Polri atau prajurit TNI. Sekolah kedinasan militer yang ada di Indonesia, yakni:

  • Akademi Angkatan Udara (AAU)
  • Akademi Angkatan Laut (AAL)
  • Akademi Kepolisian (AKPOL)
  • Akademi Militer (AKMIL)

2. Sekolah Kedinasan Semi Militer

Sekolah kedinasan semi militer merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan yang digabungkan dengan pelatihan militer. Para peserta didik akan mendapatkan pendidikan sesuai dengan jurusan yang dipilih, tetapi untuk menunjang pendidikan tersebut, peserta didik juga akan mengikuti pelatihan kemiliteran. Contoh perguruan tinggi kedinasan semi militer di Indonesia, yaitu:

  • Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
  • Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan (Kemenhub)
  • Politeknik Imigrasi(POLTEKIM)
  • Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG)
  • Politeknik Ilmu Permasyarakatan (POLTEKIP)

3. Sekolah Kedinasan Non Militer

Sesuai dengan namanya, sekolah kedinasan non militer ini tidak menyelenggarakan pelatihan kemiliteran bagi peserta didiknya. Pendidikan di sekolah kedinasan ini difokuskan kepada mengasah bidang akademik peserta didik. Contoh perguruan tinggi kedinasan non militer yang ada di Indonesia, yakni:

  • Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN)
  • Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)
  • Sekolah Pariwisata
  • Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS)

Cara Pendaftaran Sekolah Kedinasan

Pendaftaran sekolah kedinasan diketahui telah resmi dibuka pada hari Sabtu, 9 April 2022, pukul 09.22 WIB.

Setidaknya ada delapan Sekolah Kedinasan yang telah membuka pendaftaran, yaitu:

  1. Sekolah Kedinasan Kementerian Keuangan: Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN)
  2. Sekolah Kedinasan Badan Pusat Statistik: Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS)
  3. Sekolah Kedinasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG)
  4. Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan
  5. Sekolah Kedinasan Badan Intelijen Negara: Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
  6. Sekolah Kedinasan Kementerian Hukum dan HAM
  7. Sekolah Kedinasan Kementerian Dalam Negeri (IPDN)
  8. Sekolah Kedinasan Badan Siber dan Sandi Negara: Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)

Melansir dari bkn.go,id, diketahui ada beberapa tahap yang harus dilalui oleh calon peserta didik yang mendaftar di Sekolah Kedinasan. Jadwal tahapan pendaftaran Sekolah Kedinasan adalah sebagai berikut.

  • Pengumuman pendaftaran: 1 April 2022 hingga 8 April 2022
  • Pendaftaran Sekolah Kedinasan: 9 April 2022 sampai 30 April 2022
  • Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD): antara bulan Mei hingga Juni 2022 (jadwal belum pasti dan sewaktu-waktu bisa berubah)
  • Seleksi lanjutan: menyesuaikan dengan SKD

Adapun cara pendaftaran sekolah kedinasan adalah sebagai berikut.

  1. Calon peserta didik mengakses laman SSCASN di https://sscasn.bkn.go.id/
  2. Masuk ke portal sekolah kedinasan dengan klik menu sekolah kedinasan
  3. Buat akun baru dan cetak Kartu Informasi Akun di https://dikdin.bkn.go.id/
  4. Masuk atau log in dengan mengisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kata sandi yang sebelumnya telah didaftarkan
  5. Lakukan atau ambil selfie atau swafoto dan lakukan pendaftaran
  6. Lengkapi data diri dan data pendukung lain yang ada dalam laman pendaftaran
  7. Upload dokumen persyaratan yang dibutuhkan
  8. Pastikan seluruh informasi yang telah dimasukkan sudah benar
  9. Pilih “Kirim”
  10. Periksa hasil verifikasi
  11. Calon peserta didik yang lolos verifikasi akan mendapatkan kode pembayaran yang akan digunakan untuk membayar biaya tes seleksi
  12. Lakukan pembayaran
  13. Tunggu balasan dan penyerahan Kartu Ujian

Perlu diperhatikan, calon peserta didik hanya dapat mendaftar di satu Sekolah Kedinasan saja. Aturan tentang Sekolah Kedinasan yang akan dipilih berbeda-beda dan dapat dilihat di website Sekolah kedinasan masing-masing. Biaya pendaftaran untuk tiap sekolah kedinasan pun berbeda-beda.

Dari penjelasan cara pendaftaran di atas, diketahui terdapat beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk mendaftar sekolah kedinasan. Dokumen tersebut, yakni:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP), atau bagi yang belum memiliki KTP bisa menggunakan Kartu Keluarga (KK)
  • Rapor SMA/SMK sederajat
  • Pas foto
  • Ijazah
  • Dokumen lain yang sesuai dengan syarat dan ketentuan sekolah kedinasan masing-masing

Rekomendasi Buku untuk Referensi Belajar Tes Masuk Sekolah Kedinasan

1. Grand Master Tes Masuk Sekolah Kedinasan 2022

Buku Grand Master Tes Masuk Sekolah Kedinasan 2022 disusun oleh Ika Siwi Tira Ardiyani, S.SI. bersama tim, dengan memuat total 544 halaman, dan diterbitkan pada 6 Oktober 2021. Buku Grand Master Tes Masuk Sekolah Kedinasan 2022 ini memuat ringkasan materi yang menjadi landasan tes masuk sekolah kedinasan, latihan soal beserta pembahasannya, tips dan trik mengerjakan tes, 3 paket Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), 3 paket psikotes, dan 3 paket tes integritas dan kejujuran.

Materi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) mencakup tiga jenis tes yang akan diujikan dalam tes seleksi masuk sekolah kedinasan, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP), serta buku ini dilengkapi dengan SKD Calon Pegawai Sipil Negara (CPNS) yang sesuai dengan kisi-kisi dan jumlah soal terbaru. Buku ini juga dilengkapi dengan tips menghadapi Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK), tips untuk tes kesamaptaan (ketahanan dan kebugaran jasmani), dan materi TOEFL yang disertai audio listening.

2. Bank Soal Tes Masuk Sekolah Kedinasan

Buku Bank Soal Tes Masuk Sekolah Kedinasan disusun oleh D. S. Prasetyo beserta tim psikologi, dan diterbitkan pada 11 April 2019. Buku dengan total 408 halaman ini memuat kisi-kisi materi tes masuk sekolah kedinasan, paket soal tes kemampuan dan potensi akademik, tes psikologi untuk sekolah kedinasan, dan prediksi soal ujian masuk sekolah kedinasan.

Buku Bank Soal Tes Masuk Sekolah Kedinasan ini juga dilengkapi dengan tes kemampuan akademik, praktik tes, tes kompetensi dasar, demo Computer Assisted Test oleh Badan Kepegawaian Negara (CAT BKN), tes kemampuan umum, tes buta warna, tes bakat terbang, daftar sekolah kedinasan di Indonesia beserta tahapan seleksinya, dan sebuah CD.

3. Panduan Resmi Tes Akademik Kampus Kedinasan

Buku Panduan Resmi Tes Akademik Kampus Kedinasan disusun oleh Forum Tentor Indonesia, dan diterbitkan pada 7 Januari 2020. Buku dengan total 480 halaman ini memuat tips dan trik dari tim pakar untuk menghadapi tes akademik sekolah kedinasan, info pendaftaran sekolah kedinasan, 23 paket soal beserta pembahasannya, dan bedah tuntas tes akademik dan tes kompetensi dasar.

Buku Panduan Resmi Tes Akademik Kampus Kedinasan ini juga telah memenuhi standar Higher Order Thinking Skill (HOTS), dan dilengkapi dengan aplikasi simulasi praktisi tes akademik, video bedah tes akademik ala tentor pakar, simulasi tes (try out) online peringkat nasional, dan software Computer Assisted Test (CAT) gratis.

4. Master Bedah Materi TIU + TWK TKP + SKB CAT CPNS & Kedinasan

Buku Master Bedah Materi TIU + TWK TKP + SKB CAT CPNS & Kedinasan disusun oleh Tim Psikologi Salemba. Buku ini memuat strategi ala pakar yang mampu membuat pembaca sekali tes langsung lolos.

Buku ini memuat materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), Tes Karakteristik Pribadi (TKP), dan Seleksi Kompetensi Bidang yang akan diujikan dalam tes masuk sekolah kedinasan dan Computer Assisted Test Calon Pegawai Negeri Sipil (CTA CPNS). Buku ini juga dilengkapi dengan software aplikasi Computer Assisted Test (CAT), aplikasi Tes Potensi Akademik (TPA), aplikasi TOEFL, video tutorial bedah soal bersama tim mentor, try out online prediksi skor peringkat nasional, dan sebuah CD Computer Assisted Test (CAT).

5. Best Score TPA Kedinasan

Buku Best Score TPA Kedinasan disusun oleh Muhammad Amien, yang diterbitkan pada 1 Februari 2019, dengan total 619 halaman. Pilihan lanjutan pendidikan yang diambil oleh peserta didik lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau sederajat diibaratkan sebagai pintu gerbang yang menentukan masa depan seseorang.

Salah satu bentuknya, yaitu dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yakni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Sekolah Kedinasan, atau Akademi. Untuk masuk ke berbagai perguruan tinggi tersebut, calon peserta didik akan menempuh sebuah sistem seleksi, yakni berupa rangkaian ujian seleksi.

Salah satu jenis ujian yang diujikan, yakni Tes Potensi Akademik (TPA). Tes Potensi Akademik (TPA) tidak seperti mata uji yang lain, seperti Matematika atau Bahasa Indonesia. Sebab, tes potensi akademik tidak masuk ke dalam kurikulum yang diajarkan di sekolah. Jadi, calon peserta didik dituntut untuk belajar secara mandiri dengan referensi yang terbatas. Maka itu, buku Best Score TPA Kedinasan hadir sebagai referensi belajar bagi peserta didik yang akan melakukan tes ujian seleksi masuk perguruan tinggi, yang menyajikan materi terbaru, terlengkap, dan terbaik, dan memiliki akurasi kesesuaian materi yang paling baik dibandingkan buku lainnya.

Dikatakan terbaru, karena buku ini memuat segala sub tes yang pernah diujikan sampai dengan tahun terakhir. Dikatakan terlengkap, karena buku ini memuat 16 sub tes yang tersusun secara sistematis berdasarkan dimensi kemampuan berpikir, yakni verbal, numerikal, penalaran, dan figural. Jumlah soal yang ada di dalam buku ini mencapai 2.000 soal yang dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan.

Dikatakan terbaik, karena buku ini disusun menggunakan skema modul, yang dalam setiap modulnya terdiri atas 3 kelompok, yakni Soal Bahas, Uji Pemahaman, dan Problem Set. Dalam setiap kelompok tersebut, masing-masing memiliki 4 set soal.

Kelompok Soal Bahas merupakan soal yang langsung dilengkapi pembahasan di bawahnya. Kelompok soal ini bermanfaat untuk membantu peserta tes dalam memahami model dan karakter soal. Kelompok Uji Pemahaman merupakan kelompok soal yang dilengkapi dengan pembahasannya, tapi tidak berada langsung di bawahnya. Kelompok soal ini dibuat untuk menguji pemahaman peserta tes mengenai materi yang diberikan.