Arsip Tag: Doxycycline 100 mg

4 Obat Malaria yang Ampuh dan Aman di Apotek

4 Obat Malaria yang Ampuh dan Aman di Apotek

Gigitan nyamuk tidak hanya membuat kulit bentol dan terasa gatal, namun juga berisiko menyebabkan penyakit serius seperti malaria. Penyakit ini termasuk penyakit yang berisiko menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Agar tidak semakin parah, penyakit ini perlu ditangani dengan obat malaria. Untuk itu, simak artikel ini untuk tahu obat apa saja yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit malaria.

Obat Malaria Paling Ampuh yang Bisa Anda Gunakan

Berikut ini beberapa obat yang dapat digunakan untuk mencegah penyebaran infeksi pada penyakit malaria:

1. Doxycycline 100 mg

Obat antibiotik ini dapat digunakan untuk mencegah berbagai penyakit karena infeksi. Doxycycline juga dapat digunakan untuk mencegah malaria. Kemudian, obat ini juga bisa mengatasi penyakit akibat infeksi bakteri lainnya seperti infeksi bakteri di saluran cerna, kulit, mata, sampai infeksi menular seksual.

Obat ini bekerja dengan cara menghambat sekaligus menghentikan pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Meski obat ini dapat mencegah infeksi, perlu diketahui bahwa obat ini tidak bisa digunakan untuk mengatasi penyakit akibat infeksi virus, contohnya pilek.

Untuk mencegah penyakit malaria, dosis yang dibutuhkan untuk orang dewasa adalah 100 mg per hari. Dapat dikonsumsi 1-2 hari sebelum seseorang pergi ke daerah yang berisiko tinggi malaria hingga 1 bulan setelah pulang lagi.

Sedangkan untuk anak-anak dosisnya adalah 2 mg per hari. Untuk durasi pemakaian obat sama seperti dengan orang dewasa. Dikarenakan tergolong obat keras, doxycycline perlu dikonsumsi sesuai dengan anjuran dokter.

Baca Juga: Coronavirus

2. Suldox Tab

Obat malaria ini dapat digunakan untuk mengobati serangan akut malaria falciparum, yang sudah resisten terhadap klorokuin. Suldox Tab mengandung bahan Pyrimethamine dan sulfadoxine. Termasuk golongan obat keras, obat malarian di apotik ini perlu menggunakan resep dokter.

Perlu diketahui, obat ini tidak bisa dikonsumsi bagi pasien yang mengalami gangguan hati dan ginjal yang berat, wanita hamil, dan bayi di bawah 2 tahun. Selain itu, obat ini juga memiliki efek samping yang mungkin terjadi seperti biduran, mual, sakit perut, muntah, nyeri sendi, diare, hingga vertigo.

3. Primaquine

Obat ini digunakan untuk mengobati dan mencegah penyakit malaria akibat gigitan nyamuk Anopheles betina. Primaquine termasuk obat malaria yang bisa diberikan pada anak-anak, namun tidak untuk wanita hamil. Selain itu, hindari penggunaan obat pada orang dengan penyakit autoimun. Contohnya rheumatoid arthritis dan lupus.

Sebelum mengonsumsi obat ini, sebaiknya konsultasi pada dokter bila Anda memiliki riwayat penyakit jantung, gangguan irama jantung, dan alergi. Untuk dosis dan cara penggunaan obat, Anda perlu mengikuti resep dokter dan jangka waktu yang sudah ditentukan dokter sebelumnya.

Penggunaan obat ini memiliki efek samping diantaranya, yaitu mual, muntah, nyeri, anemia ringan, hipertensi, gangguan irama jantung, dan nyeri perut.

4. Mefloquine

Obat antimalaria ini digunakan untuk mengobati penyakit malaria yang disebabkan karena parasit Plasmodium dari gigitan nyamuk Anopheles betina yang terkena infeksi. Ketika nyamuk ini terinfeksi dan menggigit manusia, maka parasit akan masuk ke aliran darah yang kemudian berkembang biak di dalam tubuh.

Mefloquine bekerja dengan cara mengganggu pertumbuhan parasit pada sel darah merah. Obat ini tidak disarankan untuk orang dengan penyakit jantung, gangguan cemas, dan depresi. Efek samping dari obat ini, yaitu kejang, insomnia, dan halusinasi.

Nah, itulah obat malaria yang bisa mengobati sekaligus mencegah penyebaran infeksi pada penyakit malaria. Jika Anda sedang mencari salah satu dari beberapa obat yang sudah dijelaskan di atas, Anda bisa menebus resep dokter di apotek.