Arsip Kategori: Kesehatan

7 Rekomendasi Merek Minyak Ikan Bebas Amis untuk Kesehatan Anak

7 Rekomendasi Merek Minyak Ikan Bebas Amis untuk Kesehatan Anak

Minyak ikan mengandung omega 3 yang sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak, terutama untuk kecerdasan otak serta daya tahan tubuhnya.

Namun, memberikan suplemen minyak ikan pada anak tidaklah mudah, karena rasanya yang cenderung berbau amis.

Oleh karena itu, Mama harus pintar-pintar memilih minyak ikan yang mudah dikonsumsi dan disukai anak. Lantas, apa saja mereknya?

Berikut kami telah merangkum 7 rekomendasi merek minyak ikan untuk anak yang sehat dan tidak beraroma amis.

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Antibiotik Harus Dihabiskan

1. ChildLife Pure DHA Chewable Fish Oil Strawberry

Jika biasanya minyak ikan dikemas dalam bentuk cair, soft gel, atau kapsul sehingga sulit dikonsumsi anak, maka produk dari ChildLife ini memiliki keunggulan suplemen yang bisa langsung dikunyah dengan rasa stroberi.

Minyak ikan dengan harga Rp 190.000 ini memang khusus dibuat untuk anak-anak usia 1 hingga 12 tahun, sehingga mereka bisa mendapatkan manfaat minyak ikan secara maksimal.

Suplemen ini terbuat dari ikan cod murni yang memiliki banyak kandungan omega 3 dengan gelatin terbuat dari ikan.

Bahan-bahan yang digunakan semuanya alami dan memiliki kualitas terbaik. Bebas dari gluten, kasein, alkohol, susu, telur, gandum, ragi ataupun jagung.

Untuk keamanan, produk asal Amerika Serikat ini juga telah melewati uji standar Internasional dan dinyatakan bebas dari logam, merkuri, serta racun lainnya.

Walaupun memiliki rasa stroberi, produk ini tidak menggunakan pewarna, perasa atau pemanis buatan, sehingga aman dikonsumsi setiap hari.

2. Healthy Care Fish Oil Omega 3

Healthy Care Fish Oil Omega 3 memberikan dukungan yang optimal untuk tekanan darah, mengurangi risiko serangan jantung dan stroke pada orang dewasa.

Untuk anak-anak, menjaga kesehatan jantung sejak dini juga perlu dilakukan. Suplemen seharga Rp 180.000 ini aman dikonsumsi anak-anak usia di atas usia 2 tahun dengan konsultasi dan anjuran dari dokter.

Selain menjaga kesehatan jantung, suplemen dari Australia ini juga menjaga kesehatan otak, mata, kulit, dan sendi.

Minyak ikan berbentuk kapsul ini mudah dihancurkan untuk dicampurkan ke dalam susu, jus, atau makanan kesukaan si Kecil, sehingga lebih mudah dikonsumsi anak.

3. Nature’s Health Omega Junior Health

Nature’s Health Omega Junior Health mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang baik untuk berbagai proses biologis dalam tubuhnya dan menjaga kesehatan fisik serta perkembangan mental yang optimal.

Minyak ikan ini mampu membantu pembentukan dan perkembangan sel-sel otak,dan menjaga kesehatannya untuk daya pikir, memori, dan konsentrasi.

Nature’s Health Omega Junior Health sangat membantu meningkatkan kecerdasan dan meningkatkan kemampuan belajar serta keterampilan pemahaman anak akan suatu hal.

Mereka bisa menjadi lebih fokus dan konsentrasi ketika menyerap pelajaran atau masalah yang ada di depan matanya.

Suplemen dengan harga Rp 150.000 ini juga berguna untuk kesehatan kulit, jantung dan sendi. Mama dapat memberikannya pada anak berusia 2 tahun ke atas.

4. Natures Way Kids Smart Omega 3

Minyak ikan menyediakan dua asam lemak omega-3 esensial, yakni docosahexaenoic acid (DHA) dan asam eicosapentaenoic (EPA).

Keduanya merupakan asam lemak esensial yang tubuh kita tidak dapat hasilkan, sehingga anak perlu mendapatkannya dari makanan atau suplemen berkualitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Minyak ikan omega-3 penting untuk perkembangan otak anak yang sehat dan meningkatkan asupan harian omega-3 DHA yang dapat membantu mendukung fungsi otak supaya lebih sehat, meningkatkan kecerdasan otaknya dan baik untuk tumbuh kembangnya.

Mama dapat memberikan minyak ikan seharga Rp 140.000 ini untuk anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun sebanyak satu kali setiap harinya.

5. Nordic Naturals Children DHA

Nordic Naturals Children DHA merupakan salah satu jenis minyak ikan yang disukai anak. Pasalnya, suplemen minyak ikan berbentuk soft gel ini memiliki aroma stroberi yang disukai anak-anak.

Aroma buah-buahan yang segar menghilangkan aroma amis dari minyak ikan. Mengonsumsi Nordic Naturals Children DHA setiap hari secara teratur, dapat membantu menjaga kesehatan otak dan tubuh anak.

Suplemen ini diperlukan untuk mendukung perkembangan dan kesehatan otak, serabut saraf, dan membantu mendukung daya ingat serta konsentrasi anak saat belajar, juga membantu menjaga mood anak.

Selain itu, suplemen ini juga memiliki kandungan vitamin A dan vitamin D. Vitamin A dapat membantu menjaga kesehatan mata, sistem imunitas, dan mencegah infeksi bakteri dan virus, serta menjaga mood.

Sedangkan kandungan Vitamin D untuk kesehatan tulang dan jantung serta pembuluh darah sejak dini.

Terbuat dai Ikan Kod liar yang tidak terkontaminasi oleh limbah laut (logam berat) sehingga nutrisinya lebih maksimal.

Suplemen seharga Rp 500.000 ini dibuat dengan cara non GMO, sehingga keutuhan nutrisinya tetap terjaga serta telah memenuhi syarat Pharmaceutical International Standart.

6. Nutrimax Kidz Omega 3

Nutrimax Kidz Omega 3 mengandung Omega 3 kualitas tertinggi (Pharmaceutical Grade) dengan kadar hingga 70% yang diekstrak dari minyak ikan Salmon.

Suplemen untuk anak ini juga mengandung mengandung EPA min. 40%, DHA min. 20%, dan Asam lemak Omega 3 lainnya (ALA) min. 10%.

Diformulasikan untuk mengoptimalkan proses tumbuh kembang otak, mata serta fisik dan mental, suplemen ini bebas dari berbagai polutan seperti merkuri (logam berat), dioxin dan PCB (turunan sianida).

Manfaat lainnya, suplemen seharga Rp 130.000 ini juga bisa membantu menyehatkan pencernaan, pernafasan, dan kulit anak.

Diperkaya dengan Natural Lemon Essence Oil, Nutrimax Kidz Omega 3 tidak memiliki rasa amis, sehingga bisa dipastikan akan disukai anak-anak.

Untuk memaksimalkan manfaat omega 3 mendukung tumbuh kembang bayi dan anak, suplemen berbentuk soft gel ini aman di konsumsi 1-2 butir sehari setelah makan pagi.

7. Scape Wellbeing Kids Omega-3 Fish Oil

Scape adalah perusahaan asal Australia yang berbasis di Sydney, memproduksi beragam suplemen, dan salah satunya adalah Kids Omega-3 Fish Oil yang dijual dengan harga Rp 350.000.

Perusahaan ini mengklaim bahwa sumber utama produk ini adalah ikan laut dalam yang memang terkenal mengandung sumber omega-2 sangat kaya.

Baik untuk anak di atas 3 tahun, produk ini dapat dikunyah dengan atau tanpa makanan. Selain membantu perkembangan otak, minyak ikan juga bermanfaat untuk memelihara kesehatan dan fungsi saraf, jantung dan pembuluh darah.

Semua itu tak lain karena mengonsumsi minyak ikan secara rutin dapat menyeimbangkan kolesterol dalam darah.

Scape juga mengungkapkan bahwa produk ini dapat memperkuat fungsi retina mata.

Nah, itulah ketujuh rekomendasi merek minyak ikan untuk anak yang sehat dan tidak amis.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

Posisi Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil Muda

Posisi Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil Muda

Banyak yang harus disesuaikan saat hamil. Mulai dari penyesuaian tenaga, kegiatan sehari-hari, sampai cara tidur.

Saat hamil muda, perihal tidur juga jadi hal penting. Bagaimanapun, ibu hamil harus memiliki jam tidur yang cukup untuk stamina yang maksimal dan juga untuk perkembangan janin.

Namun sayangnya, tidur saat hamil muda tak bisa seperti biasa saat sebelum hamil. Perasaan tidak nyaman dan was-was membuat para ibu hamil bingung dengan posisi tidur yang aman. Jika salah posisi, bisa saja akan membahayakan janin. Aduh!

Dirangkum maquillaje-para.net, inilah beberapa posisi tidur aman untuk ibu hamil muda:

1. Posisi tidur miring ke kiri

Tidur miring sering jadi pilihan posisi bagi para ibu hamil. Dengan memilih posisi ini, Mama bisa merasa nyaman dan aman terhadap janin.

Tak hanya itu, posisi miring, terutama miring ke kiri juga jadi yang paling disarankan. Posisi ini mampu meningkatkan jumlah darah dan nutrisi ke plasenta dan juga janin.

Untuk kenyamanan lebih, Mama bisa menyangga bantal di bagian punggung. Jika masih kurang nyaman, bisa menyelipkan guling di antara paha agar tidur bisa lebih rileks.

2. Posisi telentang

Karena masih hamil muda, perut belum terlalu besar. Tentu hal ini membuat posisi telentang jadi pilihan lain para ibu hamil.

Ternyata tak hanya nyaman, namun posisi ini juga cenderung aman bagi Mama yang tengah hamil muda. Posisi ini membebaskan perut dari tekanan apapun. Jadi, baik Mama dan janin sama-sama nyaman.

Posisi ini masih aman dilakukan sampai maksimal umur kehamilan 20-25 minggu. Hindari tidur telentang di atas umur kandungan 26 minggu karena bisa memberi tekanan berlebih pada aorta dan venacava inferior.

Di mana pembuluh-pembuluh darah ini berada merentang di sepanjang punggung untuk membawa darah dari jantung ke sekujur kaki. Selain itu, semakin besar perut, akan semakin sulit bernapas jika tidur telentang. Tentu ini membahayakan bagi ibu hamil, ya.

3. Tidur setengah duduk

Bagi beberapa ibu hamil, saat hamil muda kerap merasakan nyeri di ulu hati. Saat seperti itu, tidur posisi apapun rasanya tetap salah dan tidak nyaman.

Nyeri ulu hati pada ibu hamil sering dipicu oleh hormon progesteron yang merelaksasi otot antara lambung dan kerongkongan. Sehingga asam lambung dan makanan bisa kembali berbalik ke esophagus.

Salah satu posisi yang bisa membantu menyamankannya adalah dengan tidur setengah duduk. Tempatkan bantal agak banyak di punggung dan sandarlah sampai agak tinggi.

Tak perlu sampai 45 derajat karena akan membuat bokong sakit. Cukup agak tinggi namun masih dalam posisi rebahan yang nyaman.

Saat memilih posisi ini, jangan ragu kelilingi badan dengan bantal agar tidur lebih nyaman ya, Ma.

Baca Juga: Kapan Perlu Minum Obat Batuk?

Itulah posisi tidur yang aman untuk ibu hamil muda. Memilih posisi tidur yang tepat bisa mempengaruhi kualitas tidur malam Mama. Jadi, pilih yang paling nyaman, ya!

5 Rekomendasi Salep Panu Bisa Ditemukan di Apotek

5 Rekomendasi Salep Panu Bisa Ditemukan di Apotek

Apakah saat ini kamu sedang memiliki bercak putih seperti panu?

Panu adalah infeksi jamur atau ragi dari keluarga Malassezia yang menghasilkan bercak-bercak kecil di sekitar kulit.

Dikutip dari MayoClinic, krim antijamur dapat membantu mengobati panu. Tetapi setelah perawatan yang berhasil, warna kulit mungkin tetap tidak merata selama beberapa minggu atau bulan.

Untuk memgobatinya, berikut maquillaje-para.net berikan informasi 5 daftar salep panu yang tersedia di apotek:

1. Canesten mengandung bahan aktif kloritimazol

Canesten adalah salep panu yang bermanfaat untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit.

Selebihnya Canesten dapat membantu mengobati kutu air, infeksi jamur di vagina hingga kadas atau kurap.

Di apotek Canesten tersedia dalam bentuk krim yang mengandung bahan aktif kloritimazol, yakni bertugas sebagai penangkal jamur pada kulit.

Obat ini bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan jamur penyebab infeksi.

Harga:

Rp 23.000,-

Baca Juga: Kenali 5 Jenis Masker untuk Melindungi Diri dari Polusi dan Kuman

2. Daktarin mampu mengatasi infeksi jamur di kulit dan kuku

Obat topikal selanjutnya ada Daktarin yang berfungsi untuk menghancurkan bakteri dan jamur.

Obat oles kulit ini mengandung zat aktif Miconazole Nitrate 2%. Miconazole. Di mana cara kerjanya bisa mengatasi penyakit infeksi kulit yang diakibatkan oleh berbagai jenis jamur dan infeksi.

Krim Daktarin pun dapat digunakan dalam mengobati infeksi kulit yang disebabkan oleh dermatofit atau ragi seperti panu.

Bahkan Daktarin juga menjadi salah satu obat oles yang mampu mengatasi infeksi jamur di kulit maupun di kuku.

Harga:

Rp 25.900,-

3. Kalpanax dapat mengatasi kutu air dan panu

Kalpanax merupakan salah satu obat anti jamur yang mudah ditemukan di apotek.

Obat oles ini bermanfaat untuk mengatasi infeksi kulit akibat jamur seperti kutu air dan panu.

Kalpanax merupakan obat bebas yang mengandung miconazole nitrate, asam salisilat, sulfur dan menthol Cara kerjanya dengan cara mencegah perkembangan jamur pada kulit.

Di pasaran Kalpanax tersedia berupa krim, salep dan cair.

Harga:

Rp 6.525,-

4. Neo Ultrasiline sebagai antijamur berspektrum luas

Neo Ultrasiline adalah salah satu obat topikal untuk menyembuhkan jamur yang melanda.

Penggunaan dari Neo Ultrasiline pun dapat membantu mengobati panu, kadas dan kurap.

Neo Ultrasiline yang mengandung zat aktif Clotrimazole merupakan obat golongan antijamur berspektrum luas.

Cara kerjanya yakni berikatan dengan fosfolipid dalam membran sel yang mengubah permeabilitas dinding sel dan menghambat pertumbuhan jamur.

Harga:

Rp 21.000,-

5. Thecort bisa digunakan sebagai krim antibiotik

Obat topikal seperti Thecort dapat membantu mengobati berbagai jenis infeksi kulit akibat jamur.

Thecort yang mengandung Miconazole nitrate dan Hydrocortisone bisa digunakan sebagai krim antibiotik untuk panu, kadas, kurap dan gatal-gatal.

Selain itu, Thecort merupakan obat oles yang zat aktifnya mampu atasi perubahan warna atau penggelapan kulit di kulit.

Namun pastikan kamu memakainya 1-2 kali sehari sesuai dengan luasnya lesi di kulit.

Harga:

Rp 66.500,-

Demikianlah 5 daftar obat salep panu yang tersedia di apotek. Untuk menghindari kulit berjamur, sebaiknya membersihkan kulit secara maksimal.

Kapan Perlu Minum Obat Batuk?

Kapan Perlu Minum Obat Batuk?

Tidak sedikit orang yang buru-buru mengonsumsi obat batuk ketika batuk menyerang. Apakah Anda salah satunya? Yuk, ketahui kapan sebaiknya obat batuk dikonsumsi, agar keluhan ini bisa diatasi dengan baik.

Batuk sebenarnya bukanlah penyakit, melainkan respons alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari dahak dan penyebab iritasi, seperti asap atau debu; atau dari penyebab infeksi, seperti virus maupun bakteri.

Umumnya batuk akan reda dengan sendirinya dalam kurun waktu beberapa hari hingga sekitar 2–3 minggu tanpa perlu obat-obatan khusus. Namun, karena bisa mengganggu kenyamanan, tak sedikit orang ingin segera mengatasi keluhan ini dengan berbagai cara. Salah satu yang cukup umum dilakukan adalah dengan mengonsumsi obat batuk.

Mengenali Jenis-Jenis Batuk

Penanganan batuk harus disesuaikan dengan jenis batuk dan penyebab yang menyertainya. Jika dikategorikan dari durasi gejalanya, ada 2 jenis batuk, yaitu:

Batuk jangka pendek (akut)

Batuk akut berlangsung kurang dari 3 minggu dan biasanya disebabkan oleh infeksi, seperti flu, sinusitis, pneumonia, atau COVID-19. Batuk jangka pendek yang disebabkan infeksi virus dengan gejala yang tidak parah umumnya tidak memerlukan penanganan khusus.

Selain karena infeksi, batuk akut juga terkadang bisa disebabkan oleh alergi, misalnya terhadap asap rokok, parfum, debu, udara kering, hingga makanan tertentu.

Batuk jangka panjang (kronis)

Batuk kronis adalah batuk yang berlangsung selama 8 minggu atau lebih. Jenis batuk yang terjadi terus-menerus ini umumnya bisa disebabkan oleh berbagai hal, yaitu:

  • Kebiasaan merokok
  • Asma
  • penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Infeksi saluran pernapasan, seperti bronkitis kronis, tuberkulosis, atau pertusis
  • Penyakit asam lambung atau GERD
  • Bronkiektasis

Pada kasus tertentu, batuk kronis yang tak kunjung sembuh juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu yang berbahaya, seperti kanker paru-paru. Selain batuk yang tak kunjung sembuh, penyakit ini juga bisa menimbulkan gejala lain, seperti batuk berdarah, sesak napas, suara serak, dan penurunan berat badan.

Sementara itu, dari sisi produktivitasnya, batuk bisa dibagi menjadi 2 jenis, yakni batuk kering dan batuk berdahak.

Baca Juga: 5 Obat Luka Bakar Ringan yang Aman dan Mudah Ditemukan

Perlukah Mengonsumsi Obat Batuk?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, batuk biasanya sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus, paling lama 3 minggu. Namun, terkadang batuk bisa dirasakan cukup parah, sehingga orang yang mengalaminya ingin segera cepat sembuh. Untuk mengatasi batuk, mereka pun segera mengonsumsi obat batuk.

Jika ingin menggunakan obat batuk, Anda dianjurkan untuk mengonsumsinya sesuai jenis batuk. Jika jenis batuk yang Anda alami adalah batuk kering, obat batuk yang mengandung antitusif dan ekspektoran, seperti dextrometorphan, bisa menjadi pilihan.

Sementara itu, untuk mengobati batuk berdahak, Anda bisa mengonsumsi obat batuk berdahak yang mengandung mukolitik dan ekspektoran, seperti bromhexine.

Saat menggunakan obat batuk, pastikan Anda mengonsumsinya sesuai dengan petunjuk pemakaian dan dosisnya. Jika setelah 5−7 hari batuk tidak mereda, segera kunjungi dokter.

Selain dengan obat batuk, banyak orang yang segera mengonsumsi antibiotik ketika batuk, padahal obat ini tidak selalu diperlukan untuk mengatasi batuk. Penting untuk diingat, obat antibiotik hanya efektif untuk mengobati batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Obat ini juga idealnya digunakan sesuai rekomendasi dan resep dokter.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami batuk yang tak kunjung sembuh dengan obat batuk biasa, sebiaknya segera periksakan kondisi Anda ke dokter.

Mengatasi Batuk dengan Cara Alami

Selain dengan obat-obatan, ada beberapa penanganan batuk secara alami yang Anda dapat lakukan sendiri di rumah, yaitu:

1. Minum air yang cukup

Infeksi saluran pernapasan, seperti flu, dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan terbentuknya dahak yang menyebabkan batuk. Minum air yang cukup dapat membantu mengencerkan dahak dan menjaga tenggorokan tetap lembap. Minum air putih juga baik untuk mencegah tubuh mengalami dehidrasi ketika sakit.

2. Konsumsi minuman hangat dengan tambahan lemon

Untuk melegakan tenggorokan dan membuatnya lebih nyaman, Anda juga bisa minum air atau teh hangat yang dicampur madu dan lemon. Madu dan lemon relatif aman diberikan kepada anak sebagai pengobatan batuk.

Meski demikian, madu tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi atau anak di bawah usia 1 tahun, ya. Ini karena pemberian madu pada bayi bisa menyebabkan keracunan atau botulisme.

3. Mandi air hangat

Uap yang keluar dari air hangat dapat membantu meredakan batuk dan membuang ingus atau lendir di saluran pernapasan. Cara ini juga baik untuk meringankan gejala batuk yang disebabkan oleh alergi.

4. Jauhi penyebab iritasi

Batuk dapat disebabkan oleh bahan tertentu yang terhirup dari udara, seperti asap rokok, debu, atau parfum. Selama gejala batuk masih dirasakan, Anda sebaiknya menjauhkan diri dari hal tersebut untuk mempercepat pemulihan.

5. Istirahat yang cukup

Perbanyaklah istirahat di rumah agar cepat pulih dari batuk. Jika Anda sulit tidur karena batuk di malam hari, cobalah tidur dengan posisi kepala yang lebih tinggi dengan cara menumpuk beberapa bantal.

Tidur dengan posisi seperti ini cenderung lebih direkomendasikan dibandingkan Anda tidur telentang atau miring karena bisa membantu meredakan batuk.

Jika batuk tidak kunjung reda, segeralah periksakan diri ke dokter. Apalagi jika batuk menjadi makin parah dan tidak kunjung membaik atau disertai gejala lain, seperti batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada, serta berat badan turun secara tidak normal.

Hal ini penting agar dokter dapat menentukan penyebabnya dan memberikan obat batuk yang tepat.

Ini Alasan Mengapa Antibiotik Harus Dihabiskan

Ini Alasan Mengapa Antibiotik Harus Dihabiskan

Antibiotik harus dihabiskan dan dikonsumsi sesuai petunjuk dan resep dokter agar bisa bekerja dengan efektif dalam mengobati penyakit. Bila konsumsi antibiotik dilakukan secara tidak tepat, menyalahi aturan dan dosis, atau tidak dihabiskan, hal ini dapat berbahaya bagi kesehatan Anda.

Antibiotik adalah kelompok obat yang digunakan untuk mengatasi dan mencegah infeksi bakteri. Obat ini bekerja dengan cara membunuh dan menghentikan pertumbuhan bakteri di tubuh. Antibiotik dapat berupa pil, kapsul, salep oles, obat tetes, hingga obat suntik.

Umumnya, dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi penyakit akibat infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih, sinusitis, infeksi telinga, pneumonia, dan sepsis.

Antibiotik tidak efektif digunakan untuk mengobati penyakit infeksi lain selain infeksi bakteri, misalnya infeksi virus dan jamur.

Untuk mengetahui apakah penyakit yang Anda alami dapat diobati menggunakan antibiotik, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Setelah dokter memastikan bahwa Anda mengalami infeksi bakteri, dokter dapat meresepkan antibiotik yang tepat sesuai jenis kuman penyebab infeksi tersebut.

Perlu diingat bahwa Anda harus mengonsumsi antibiotik sesuai dosis dan menghabiskannya. Hal ini penting dilakukan agar efek obat optimal dan infeksi benar-benar sembuh.

Baca Juga: 8 Skincare Bayi Paling Bagus dan Aman untuk Kulit si Kecil

Cara Mengonsumsi Antibiotik yang Tepat

Agar bisa memberikan hasil yang efektif dan tidak membahayakan tubuh Anda, ikutilah panduan mengonsumsi antibiotik yang tepat berikut ini:

1. Hindari mengonsumsi antibiotik dengan minuman beralkohol

Anda disarankan untuk menghindari konsumsi antibiotik dengan minuman beralkohol. Ini karena alkohol bisa menimbulkan efek interaksi obat dengan antibiotik, sehingga obat tersebut tidak bekerja dengan baik atau justru menimbulkan efek samping berbahaya.

Jika dikonsumsi dengan minuman beralkohol, antibiotik bisa menimbulkan berbagai efek samping, seperti mual, muntah, nyeri perut, sakit kepala, dada berdebar, dan nyeri dada. Pada kasus tertentu, efek samping yang muncul bahkan bisa lebih berat, seperti keracunan dan kerusakan hati.

2. Konsumsi antibiotik sesuai jadwal

Saat diresepkan antibiotik, Anda juga perlu mengonsumsinya sesuai jadwal. Hal ini penting dilakukan agar antibiotik dapat bekerja dengan efektif dalam membasmi kuman penyebab infeksi di tubuh.

Sebagai contoh, jika mendapatkan dosis antibiotik 3 kali sehari, berarti Anda perlu mengonsumsinya setiap 8 jam. Sementara itu, jika diresepkan antibiotik yang perlu diminum 2 kali sehari, ini artinya antibiotik tersebut harus diminum setiap 12 jam.

Jika Anda melewatkan satu dosis antibiotik pada jam tertentu dan baru ingat 2–3 jam kemudian, segera minum dosis obat yang terlewat tersebut dan lanjutkan dosis antibiotik berikutnya.

3. Hindari mengonsumsi antibiotik dengan suplemen

Anda tidak dianjurkan untuk mengonsumsi antibiotik dan suplemen secara bersamaan. Beberapa suplemen memiliki kandungan mineral, seperti zat besi, magnesium, kalsium, dan zinc, yang dapat mengganggu penyerapan antibiotik di dalam saluran cerna. Hal ini bisa membuat antibiotik tidak efektif dalam mengobati infeksi bakteri.

Selain itu, Anda juga sebaiknya tidak mengonsumsi antibiotik bersamaan dengan obat-obatan lain karena berisiko menimbulkan efek interaksi obat. Untuk memastikan obat apa saja yang aman dikonsumsi bersamaan dengan antibiotik, Anda bisa berkonsultasi ke dokter.

Alasan Antibiotik Harus Dihabiskan dan Bahaya yang Ditimbulkan

Selain mengikuti beberapa aturan di atas dalam mengonsumsi antibiotik, Anda juga dianjurkan untuk menghabiskan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Meski gejala penyakit atau keluhan yang dirasakan sudah mereda, bakteri penyebab penyakit di tubuh belum tentu sudah hilang sepenuhnya.

Selain itu, jika dikonsumsi secara tidak tepat atau tidak dihabiskan, antibiotik juga bisa berdampak buruk bagi tubuh. Berikut ini adalah kondisi yang dapat terjadi bila antibiotik tidak dihabiskan:

  • Resistensi antibiotik atau kuman penyebab penyakit menjadi kebal terhadap antibiotik yang diberikan
  • Infeksi tidak benar-benar sembuh
  • Infeksi muncul kembali

Alasan utama mengapa antibiotik harus dihabiskan adalah untuk membasmi bakteri penyebab penyakit hingga tuntas dan mencegah terjadinya resistensi antibiotik yang berbahaya. Oleh karena itu, ikutilah aturan dan cara mengonsumsi antibiotik yang tepat sesuai petunjuk dan resep dokter.

Kenali 5 Jenis Masker untuk Melindungi Diri dari Polusi dan Kuman

Kenali 5 Jenis Masker untuk Melindungi Diri dari Polusi dan Kuman

Ada beragam jenis masker yang dapat Anda gunakan untuk melindungi diri dari kuman dan polusi saat beraktivitas di luar rumah. Namun, tidak semua masker dapat memberikan perlindungan yang sama. Jadi, apa saja jenis masker yang baik untuk digunakan?

Penggunaan masker bertujuan untuk mencegah paparan kuman dan polusi yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan, flu, bronkitis, asma, emfisema, dan bahkan kanker.

Apalagi selama pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, penggunaan masker merupakan salah satu protokol kesehatan yang wajib dilakukan guna mengurangi penyebaran virus Corona.

Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui apa saja jenis masker yang efektif untuk melindungi diri dari kuman dan polusi penyebab beragam penyakit.

Beberapa Jenis Masker untuk Melindungi Diri dari Polusi

Ada beberapa jenis masker yang bisa Anda pilih untuk melindungi diri dari polusi dan kuman, di antaranya:

1. Masker N95

Masker N95 adalah salah satu jenis masker yang mampu menyaring setidaknya 95% partikel debu dan polutan yang sangat kecil di udara. Tak hanya itu, masker ini juga dianggap efektif mencegah penyebaran virus dan bakteri.

Meski demikian, masker N95 tidak dapat berfungsi maksimal apabila digunakan oleh anak-anak dan orang dengan jenggot atau kumis yang tebal. Ini karena masker N95 tidak dapat menutupi wajah dengan sempurna, sehingga menyisakan sedikit celah yang bisa menyebabkan polusi tetap terhirup.

Selain itu, masker N95 juga dapat membuat sebagian orang sulit bernapas. Oleh karena itu, masker ini tidak disarankan untuk orang yang memiliki masalah pernapasan kronis, seperti emfisema, penyakit paru obstruktif kronis, asma, dan penyakit jantung.

2. Masker KN95

Masker KN95 memiliki kemampuan yang hampir serupa dengan masker N95, yaitu dapat menghalau sekitar 95% partikel polutan di udara. Hal yang membedakan masker KN95 dengan N95 adalah standarnya. N95 dinilai telah memenuhi standar masker di Amerika, sedangkan masker KN95 lebih diakui efektivitasnya di Cina.

Penggunaan masker KN95 juga sempat menjadi perdebatan, karena hasil uji dari beberapa produsen masker tersebut menunjukkan tingkat penyaringan yang lebih rendah dari klaim yang diberikannya.

Meski demikian, masker KN95 dinilai masih bisa memberikan perlindungan lebih tinggi, baik dari polusi udara, virus, atau bakteri, daripada jenis masker lain seperti masker kain.

3. Masker KF94

Belakangan ini, masker KF94 yang berasal dari Korea Selatan juga semakin banyak digunakan untuk mengurangi penyebaran virus Corona. Hal ini karena masker KF94 dianggap memiliki tingkat perlindungan yang tinggi, mirip dengan masker N95 dan KN95.

Masker KF94 berbentuk menyerupai perahu dan memiliki penutup samping yang dapat disesuaikan dengan kontur wajah. Bentuk ini dapat meminimalisir keberadaan celah antara wajah dengan masker, sehingga polusi akan tersaring dengan lebih maksimal.

4. Masker bedah

Masker bedah merupakan salah satu jenis masker yang  banyak digunakan orang saat sedang beraktivitas di luar rumah. Salah satu alasan masker ini sering digunakan adalah karena pemakainya lebih leluasa untuk bernapas dan tidak merasa sesak.

Meski demikian, efektivitas masker bedah dalam menyaring partikel polusi dan debu terbilang lebih kecil daripada jenis masker lainnya. Ini karena masker bedah memiliki tujuan utama untuk mencegah pemakainya menyebarkan penyakit melalui tetesan air liur yang bisa saja mengandung bakteri atau virus.

5. Masker kain

Meski tidak menawarkan perlindungan setinggi masker lainnya, masker kain masih dapat melindungi Anda dari paparan debu dan berbagai macam partikel polutan.

Sebuah penelitian menunjukkan masker kain dengan katup udara mampu menyaring polusi udara sebanyak 80–90%. Sementara itu, masker kain biasa memiliki efisiensi penyaringan polusi yang lebih rendah, yaitu sekitar 39–65%.

Tips Menggunakan Masker dengan Benar

Untuk mendapatkan perlindungan yang optimal, Anda perlu mengetahui cara menggunakan masker dengan benar. Berikut ini adalah tips yang bisa Anda ikuti saat memakai masker:

  • Bersihkan tangan terlebih dahulu menggunakan sabun dan air mengalir. Bila tidak tersedia, gunakan hand sanitizer sebelum mengenakan masker.
  • Pasang masker dengan posisi tepat yang menutupi hidung, mulut, dan dagu.
  • Pastikan tidak ada sela atau celah antara wajah dan masker.
  • Hindari menyentuh masker saat digunakan dan bila tersentuh, segera bersihkan tangan dengan sabun atau hand sanitizer.
  • Jika masker yang dipakai sudah terasa basah atau lembap, segera ganti dengan masker yang baru.
  • Setelah digunakan, lepaskan masker dari bagian tali di belakang telinga dan pastikan pula untuk mencuci tangan setelahnya.

Setelah mengetahui beragam jenis masker untuk melindungi diri dari polusi dan cara menggunakannya dengan benar, Anda bisa menentukan jenis masker yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Namun, untuk menjaga kesehatan dan melindungi diri dari serangan penyakit, Anda juga perlu rajin mencuci tangan, membersihkan rumah secara rutin, dan menjauhi paparan polusi.

Baca Juga: 4 Obat Malaria yang Ampuh dan Aman di Apotek

Jika merasa kesulitan dalam memilih masker yang paling sesuai dengan kondisi Anda atau mengalami gejala tertentu akibat sering terpapar polusi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran, pemeriksaan, dan penanganan bila memang diperlukan.

5 Obat Luka Bakar Ringan yang Aman dan Mudah Ditemukan

5 Obat Luka Bakar Ringan yang Aman dan Mudah Ditemukan

Luka bakar dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Jika Anda mengalaminya, salah satu penanganan yang bisa dilakukan adalah memberikan obat luka bakar. Di artikel ini merangkum berbagai obat untuk luka bakar.

Pilihan Obat Luka Bakar di Apotek

Berikut ini beberapa obat luka bakar melepuh dan ringan yang bisa Anda temukan di apotek:

1. Betadine Antiseptic Ointment

Salep antiseptik dari Betadine ini mengandung Povidone-Iodine 10% w/v. Betadine Antiseptic Ointment digunakan untuk membunuh kuman yang dapat menyebabkan infeksi pada luka ketika mengalami luka bakar dan luka lainnya.

Cara penggunaannya, cukup oleskan salep antiseptik Betadine satu atau dua kali di permukaan luka.

Jika luka bakar tidak kunjung membaik atau memburuk, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter. Perlu diketahui, penggunaan salep pada ibu hamil, menyusui, sedang menerima pengobatan Radioiodine, dan anak usia 1-2 tahun, perlu konsultasi dengan dokter.

Selain itu, salep ini jangan diberikan pada orang yang alergi dengan kandungan povidone iodine, sedang menerima pengobatan Radioiodine, memiliki gangguan tiroid, pengguna produk yang mengandung merkuri, dan anak di bawah usia satu tahun.

2. Bioplacenton Jelly

Salep bioplacenton merupakan obat berbentuk gel yang mengandung bahan neomycin sulfate dan placenta extract. Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi luka seperti luka bakar, luka kronik, luka dengan infeksi, dan jenis luka lainnya.

Kandungan pada salep untuk luka bakar ini dapat bekerja dengan cara memicu pembentukan jaringan baru sekaligus mencegah infeksi bakteri pada luka bakar. Untuk penggunaan salep bioplacenton, Anda cukup mengoleskan secara tipis-tipis setidaknya sebanyak 4-6 kali sehari.

3. Salep Burnazin

Krim untuk mengobati luka bakar ini mengandung bahan silver sulfadiazine. Kandungan tersebut efektif dalam mencegah atau menghambat pertumbuhan bakteri agar tidak menyebar di kulit yang terkena luka bakar.

Dikarenakan termasuk obat keras, penggunaan obat luka bakar ini harus sesuai dengan resep dokter sampai bagian kulit yang terbakar membaik. Untuk penggunaannya, cukup oleskan secara tipis-tipis pada area yang terluka. Hindari jangan sampai terkena mata, mulut, dan hidung.

4. Mebo Ointment

Salep mebo adalah obat topikal berbentuk salep yang mengandung bahan-bahan alami, seperti ekstrak kulit Chinensis phellodendri, ekstrak akar mangkokan, dan ekstrak rimpang Coptidis. Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi luka bakar ringan atau luka goresan.

Salep untuk luka bakar produksi Pharma Health Care ini tergolong obat bebas, sehingga tidak perlu resep dokter. Meski begitu, salep ini sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang punya riwayat hipersensitif terhadap kandungan dari salep ini.

Perlu diketahui juga, penggunaan salep ini juga memiliki efek samping seperti gatal, kulit kemerahan, dan kering.

Baca Juga: Swab Antigen dan Rapid Antigen, Nama Beda tapi Fungsi Sama

5. Salep Bacitracin Polymyxin B 

Bacitracin Polymyxin B merupakan salep untuk luka bakar produksi Indofarma yang dapat mengobati luka ringan seperti luka bakar atau goresan. Salep ini juga berguna untuk mencegah infeksi kulit ringan pada luka

Salep ini termasuk golongan obat antibiotik yang bekerja dengan cara menghentikan atau memperlambat pertumbuhan bakteri. Obat ini termasuk golongan obat keras, sehingga membutuhkan resep dokter untuk mendapatkan dan menggunakannya.

Penggunaan salep ini memungkinkan efek samping seperti merasakan sensasi luka bakar, pembengkakan, dan iritasi lokal. Sebaiknya hindari penggunaan salep bacitracin pada orang yang sensitif terhadap kandungan di salep ini.

Nah, itulah berbagai obat luka bakar yang bisa Anda berikan saat mengalami luka bakar ringan. Jika kondisi luka Anda cukup serius dan tidak membaik setelah menggunakan salep di atas, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter agar mendapatkan penangan yang tepat.

8 Skincare Bayi Paling Bagus dan Aman untuk Kulit si Kecil

8 Skincare Bayi Paling Bagus dan Aman untuk Kulit si Kecil

Begitu banyak produk perawatan khusus untuk bayi di pasaran sering kali menyulitkan FarmaMoms untuk mengetahui merek mana yang terbaik. Nah, supaya tidak bingung, Kami telah merangkum beberapa merek produk perawatan bayi paling bagus agar kesehatan kulit si Kecil senantiasa terjaga setiap saat. Yuk, simak selengkapnya!

Rekomendasi Merek Produk Perawatan Bayi Terbaik

Bayi memiliki kulit yang sangat halus, sehingga sangat penting untuk menggunakan produk perawatan bayi yang dirancang untuk melindungi kulitnya dengan baik.  Berikut adalah berbagai produk perawatan bayi yang bisa Anda gunakan, di antaranya:

1. Johnson Baby

Produk Johnson Baby sudah lama dikenal sebagai produk skincare bayi dengan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi. Johnson baby hadir dengan berbagai varian produk perawatan, mulai dari perawatan tubuh, wajah, hingga rambut, lho. Seperti Johnson Baby Wash, Baby Cream, Baby Lotion, Baby Powder, hingga Baby Cologne.

Produk sabun dari Johnson’s Baby merupakan salah satu produk yang populer, karena mengandung susu dan nutrient beras yang jarang ditemukan pada produk sabun bayi lainnya.

FarmaMoms juga tidak perlu khawatir karena produk shampo yang dikeluarkan oleh Johnson Baby tidak menyebabkan perih pada mati bayi. Jadi, Anda bisa tetap memandikan Si Kecil tanpa perlu takut mengenai matanya.

Selain itu, merek ini turut menghadirkan baby oil yang yang diformulasikan secara khusus untuk membersihkan kotoran pada area lipatan tubuh bayi.

2. Aveeno

Sabun, sampo, hingga losion bayi adalah produk perawatan yang paling esensial untuk bayi yang baru lahir. Oleh sebab itu, disarankan untuk menggunakan produk yang bebas kandungan yang dapat mengiritasi kulit si Kecil seperti paraben, sls, atau sles.

Produk perawatan kulit bayi Aveeno diformulasikan dengan bahan-bahan alami yang dapat membantu menyeimbangkan dan melindungi kulit bayi setiap hari.

Salah satu bahan utamanya yaitu Natural Oat Extract. Manfaat kandungan ini tersedia dalam setiap rangkaian produk perawatan khusus bayi yang dihadirkan oleh Aveeno yaitu AVEENO® Baby Wash & Shampoo, AVEENO® Baby Soothing Relief Creamy Wash, AVEENO® Baby Soothing Relief Moisturizing Cream dan AVEENO® Baby Daily Moisture Lotion.

3. Cetaphil

Cetaphil bukan hanya tersedia untuk kulit orang dewasa saja, tetapi juga tersedia produk untuk bayi.

Produk Cetaphil Baby terbukti berkualitas dan aman karena telah lulus uji hypoallergenic. Sehingga, aman untuk bayi yang terlahir dengan kulit sensitif.

Merek ini telah banyak diakui masyarakat hingga ahli dermatologi, sehingga tidak heran kalau produk Cetaphil Baby adalah salah satu yang terlaris di pasaran.

4. Sebamed

Tidak perlu khawatir jika kulit anak Anda sering mengalami gatal-gatal yang disertai dengan kemerahan. Anda bisa bisa mencoba serangkaian skincare bayi dari brand yang satu ini.

Tidak hanya berfokus pada produk perawatan untuk kulit sensitif, menjaga kelembutan kulit, atau mengatasi kulit bayi yang bermasalah saja, produk ini juga diciptakan dengan konsep untuk menstabilkan pH alami kulit.

Dengan mempertahankan pH kulit di setiap formulanya, produk Sebamed terbukti efektif untuk menjaga dan mempertahankan kesehatan skin barrier.

5. Konicare

Minyak telon dapat menjaga kulit bayi tetap terawat dan hangat. Sebelum menggunakan minyak telon, pastikan produk yang Anda gunakan formulanya aman untuk semua jenis kulit termasuk kulit sensitif; seperti bebas kandungan mineral oil dan paraben karena dapat mengiritasi kulit.

Minyak telon Konicare mengandung bahan alami yang tidak hanya memberikan aroma menenangkan bagi bayi, namun juga mencegah perut kembung dan gatal akibat gigitan serangga.

6. Pure Baby

Produk Pure Baby masuk ke dalam lini produk perawatan tubuh bayi yang diformulasikan dengan kandungan yang aman dan bebas irritant, alias tidak mengiritasi seperti deterjen dan alkohol.

Bahkan, produknya telah teruji low hazard standar Eropa dengan level 0-2. Artinya bahan-bahan yang digunakan tidak berbahaya untuk bayi.

Produk perlindungan kulit bayi Pure Baby diperkaya dengan kandungan Colostrum Extract yang diperoleh dari air susu pertama yang dihasilkan oleh sapi setelah melahirkan. Zat ini memiliki beragam manfaat bagi tubuh.

7. My Baby

Shampoo merupakan kebutuhan sehari-hari yang digunakan oleh bayi tiap kali mandi.

Penggunaan baby shampoo mungkin terkesan sepele, namun pastikan Anda memilih produk yang tidak perih di mata. Alasannya, karena rambut bayi memerlukan perawatan sejak baru lahir.

Salah satu indikator aman yang bisa Anda perhatikan yaitu bebas SLS, memiliki pH 5,5, dan juga mengandung bahan alami yang bermanfaat untuk menghitamkan, menebalkan, hingga menyuburkan rambut.

Rangkaian produk perawatan bayi dan anak terbaik My Baby tersedia mulai dari sampo, sabun, bedak, wewangian, hingga pembersih pakaian.

Baca Juga: 2 Cara Mengetahui Masa Subur Wanita

8. Mommytime

Sebagai rekomendasi, produk diaper cream Mommytime bisa jadi pilihan pertama yang dapat dapat digunakan sejak bayi baru lahir.

Mommytime memprioritaskan penggunaan bahan-bahan alami sebagai formulanya. Selain sudah teruji klinis, merek produk perawatan bayi terbaik Momy Time bebas kandungan sulfat dan paraben.

Produk ini juga diformulasikan untuk meminimalkan risiko reaksi alergi pada kulit bayi.

4 Obat Malaria yang Ampuh dan Aman di Apotek

4 Obat Malaria yang Ampuh dan Aman di Apotek

Gigitan nyamuk tidak hanya membuat kulit bentol dan terasa gatal, namun juga berisiko menyebabkan penyakit serius seperti malaria. Penyakit ini termasuk penyakit yang berisiko menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Agar tidak semakin parah, penyakit ini perlu ditangani dengan obat malaria. Untuk itu, simak artikel ini untuk tahu obat apa saja yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit malaria.

Obat Malaria Paling Ampuh yang Bisa Anda Gunakan

Berikut ini beberapa obat yang dapat digunakan untuk mencegah penyebaran infeksi pada penyakit malaria:

1. Doxycycline 100 mg

Obat antibiotik ini dapat digunakan untuk mencegah berbagai penyakit karena infeksi. Doxycycline juga dapat digunakan untuk mencegah malaria. Kemudian, obat ini juga bisa mengatasi penyakit akibat infeksi bakteri lainnya seperti infeksi bakteri di saluran cerna, kulit, mata, sampai infeksi menular seksual.

Obat ini bekerja dengan cara menghambat sekaligus menghentikan pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Meski obat ini dapat mencegah infeksi, perlu diketahui bahwa obat ini tidak bisa digunakan untuk mengatasi penyakit akibat infeksi virus, contohnya pilek.

Untuk mencegah penyakit malaria, dosis yang dibutuhkan untuk orang dewasa adalah 100 mg per hari. Dapat dikonsumsi 1-2 hari sebelum seseorang pergi ke daerah yang berisiko tinggi malaria hingga 1 bulan setelah pulang lagi.

Sedangkan untuk anak-anak dosisnya adalah 2 mg per hari. Untuk durasi pemakaian obat sama seperti dengan orang dewasa. Dikarenakan tergolong obat keras, doxycycline perlu dikonsumsi sesuai dengan anjuran dokter.

Baca Juga: Coronavirus

2. Suldox Tab

Obat malaria ini dapat digunakan untuk mengobati serangan akut malaria falciparum, yang sudah resisten terhadap klorokuin. Suldox Tab mengandung bahan Pyrimethamine dan sulfadoxine. Termasuk golongan obat keras, obat malarian di apotik ini perlu menggunakan resep dokter.

Perlu diketahui, obat ini tidak bisa dikonsumsi bagi pasien yang mengalami gangguan hati dan ginjal yang berat, wanita hamil, dan bayi di bawah 2 tahun. Selain itu, obat ini juga memiliki efek samping yang mungkin terjadi seperti biduran, mual, sakit perut, muntah, nyeri sendi, diare, hingga vertigo.

3. Primaquine

Obat ini digunakan untuk mengobati dan mencegah penyakit malaria akibat gigitan nyamuk Anopheles betina. Primaquine termasuk obat malaria yang bisa diberikan pada anak-anak, namun tidak untuk wanita hamil. Selain itu, hindari penggunaan obat pada orang dengan penyakit autoimun. Contohnya rheumatoid arthritis dan lupus.

Sebelum mengonsumsi obat ini, sebaiknya konsultasi pada dokter bila Anda memiliki riwayat penyakit jantung, gangguan irama jantung, dan alergi. Untuk dosis dan cara penggunaan obat, Anda perlu mengikuti resep dokter dan jangka waktu yang sudah ditentukan dokter sebelumnya.

Penggunaan obat ini memiliki efek samping diantaranya, yaitu mual, muntah, nyeri, anemia ringan, hipertensi, gangguan irama jantung, dan nyeri perut.

4. Mefloquine

Obat antimalaria ini digunakan untuk mengobati penyakit malaria yang disebabkan karena parasit Plasmodium dari gigitan nyamuk Anopheles betina yang terkena infeksi. Ketika nyamuk ini terinfeksi dan menggigit manusia, maka parasit akan masuk ke aliran darah yang kemudian berkembang biak di dalam tubuh.

Mefloquine bekerja dengan cara mengganggu pertumbuhan parasit pada sel darah merah. Obat ini tidak disarankan untuk orang dengan penyakit jantung, gangguan cemas, dan depresi. Efek samping dari obat ini, yaitu kejang, insomnia, dan halusinasi.

Nah, itulah obat malaria yang bisa mengobati sekaligus mencegah penyebaran infeksi pada penyakit malaria. Jika Anda sedang mencari salah satu dari beberapa obat yang sudah dijelaskan di atas, Anda bisa menebus resep dokter di apotek.

Swab Antigen dan Rapid Antigen, Nama Beda tapi Fungsi Sama

Swab Antigen dan Rapid Antigen, Nama Beda tapi Fungsi Sama

Seperti yang diketahui bersama, ada beberapa macam alat untuk mendeteksi virus Corona dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, tidak sedikit orang yang bingung membedakan antara satu jenis tes dengan jenis yang lainnya.

Termasuk istilah rapid test antigen dan swab antigen yang dianggap sebagai alat uji berbeda, padahal kedua nama ini adalah tes yang sama. Supaya tidak salah informasi, simak di sini penjelasan mengenai swab antigen atau rapid antigen!

Nama Berbeda Tes yang Sama

Rapid test antigen dan swab antigen adalah jenis tes yang sama. Disebut rapid test antigen, karena tes untuk mendeteksi virus corona tersebut dapat memberikan hasil diagnosis yang cepat, yaitu hanya dalam waktu 15 menit.

Sementara yang lain menyebutnya dengan swab antigen, karena tes tersebut dilakukan dengan metode swab atau usap untuk mengambil sampel dari sekresi hidung dan tenggorokan. Namun, baik rapid test antigen maupun swab antigen adalah jenis tes antigen yang sama dan dirancang untuk mendeteksi protein tertentu dari virus yang memunculkan respons kekebalan tubuh.

Tes antigen adalah tes imun yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan antigen virus tertentu yang menunjukkan adanya infeksi virus saat ini. Rapid test antigen biasanya digunakan untuk mendiagnosis patogen pernapasan, seperti virus influenza dan respiratory syncytial virus (RSV). Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberikan otorisasi penggunaan darurat (EUA) untuk tes antigen sebagai tes untuk mengidentifikasi SARS-CoV-2.

Tes antigen juga relatif murah dan dapat digunakan di tempat-tempat perawatan. Alat yang sudah diotorisasi ini juga dapat memberikan hasil diagnosis dalam waktu sekitar 15 menit.

Namun, rapid test antigen umumnya kurang akurat dibandingkan tes virus yang mendeteksi asam nukleat dengan menggunakan polymerase chain reaction (PCR) atau disebut juga tes PCR. Meski begitu, rapid test antigen atau disebut dengan swab antigen membantu menyaring orang-orang untuk mengidentifikasi apakah mereka membutuhkan tes yang lebih pasti atau tidak.

Bagaimana Cara Kerja Rapid Test Antigen/Swab Antigen?

Antigen adalah molekul yang mampu menstimulasi respons imun. Molekul tersebut dapat berupa protein, polisakarida, lipid, atau asam nukleat. Tiap antigen memiliki fitur permukaan yang berbeda yang dikenali oleh sistem kekebalan.

SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, memiliki beberapa antigen yang diketahui, termasuk nukleokapsid fosfoprotein dan spike glikoprotein. Rapid test antigen dapat mengungkapkan bila seseorang saat ini sedang terinfeksi patogen seperti virus SARS-CoV-2.

Berbeda dengan tes PCR yang mendeteksi keberadaan materi genetik, rapid test antigen mendeteksi protein atau glikan, yaitu seperti protein lonjakan yang ditemukan di permukaan SARS-CoV-2.

Rapid test antigen bekerja paling baik ketika orang tersebut dites pada tahap awal terkena infeksi SARS-CoV-2, di mana beban virus umumnya paling tinggi. Tes ini juga bermanfaat untuk mendiagnosis orang-orang yang diketahui memiliki risiko besar untuk terpapar virus corona.

Rapid test antigen juga digunakan sebagai tes skrining di mana pengujian berulang dapat dengan cepat mengidentifikasi orang yang terinfeksi SARS-CoV-2, sehingga tindakan pencegahan penularan infeksi dapat segera dilakukan. Namun, bila hasilnya didapati positif, dokter masih perlu melakukan tes PCR untuk memastikan diagnosis.

Baca juga: Syarat Daftar BPJS Kesehatan yang Lengkap dan Mudah

2 Cara Mengetahui Masa Subur Wanita

2 Cara Mengetahui Masa Subur Wanita

Mengetahui masa subur wanita sangat penting, apalagi bagi kamu yang sedang berencana ingin memiliki momongan. Ini karena, hubungan intim yang dilakukan pada masa subur sangat memungkinkan untuk terjadinya pembuahan, sehingga peluang untuk terjadinya kehamilan pun lebih besar. Inilah cara mengetahui masa subur wanita.

Kapan Tepatnya Masa Subur Wanita Berlangsung?

Untuk mengetahui kapan masa subur wanita dimulai, pertama-tama kamu perlu tahu kapan masa haid dimulai. Haid atau menstruasi dimulai pada hari pertama ketika dinding rahim luruh dan keluar bersama darah dari vagina. Pada masa menstruasi, sel telur akan kembali berkembang di dalam ovarium. Saat sel telur sudah matang, ovarium akan melepaskan sel telur tersebut. Peristiwa inilah yang disebut dengan ovulasi.

Nah, proses ovulasi tersebut terjadi sekitar 12–14 hari sebelum hari pertama menstruasi kamu berikutnya. Sebenarnya kapan ovulasi dimulai tergantung pada siklus menstruasi kamu. Bila kamu memiliki siklus menstruasi yang tergolong singkat, misalnya hanya 22 hari, maka ovulasi bisa terjadi hanya beberapa hari setelah menstruasi berakhir. Jadi, waktu ovulasi tiap wanita bisa berbeda-beda. Karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui siklus menstruasi kamu agar bisa memperkirakan kapan waktu ovulasi kamu dimulai.

Lalu, kapan masa subur wanita berlangsung? Masa subur kamu dimulai di sekitar waktu ovulasi, yaitu kira-kira lima hari sebelum ovulasi terjadi. Biasanya, masa subur wanita terjadi sekitar 12–16 hari sebelum masa haid berikutnya. Dengan kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur di antara hari ke-10 sampai hari ke-17 setelah hari pertama menstruasi terakhir. Namun, hal tersebut berlaku bagi wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur 28 hari. Bagi kamu yang memiliki siklus menstruasi berbeda, maka bisa mempelajari dan menghitung kapan masa subur kamu.

Cara Mengetahui Masa Subur Wanita

Untuk mengetahui masa subur wanita, kamu bisa menggunakan dua cara berikut ini:

1. Menghitung Masa Subur Wanita

Sel telur hanya dapat bertahan selama 24 jam setelah dikeluarkan. Jadi, bila ingin hamil, sel telur harus dibuahi dalam waktu 12–24 jam setelah ovulasi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kapan wanita sedang berada pada kondisi paling subur. Masa subur bisa dihitung dengan mengandalkan catatan atau analisis siklus haid selama setidaknya 8 bulan terakhir.

Berikut ini rumus untuk menghitung masa subur wanita:

  • Ketahui siklus menstruasi terpendek kamu. Misalnya, 27 hari. Kurangi angka tersebut dengan 18. Hasilnya adalah 9 hari. Nah, angka ini adalah hari pertama masa subur kamu.
  • Ketahui siklus terpanjang kamu. Misalnya, 30 hari. Kurangi angka tersebut dengan 11. Hasilnya adalah 19 hari. Nah, angka ini adalah hari terakhir masa subur kamu.

Sebagai contoh agar kamu lebih paham tentang cara yang paling tepat untuk menghitung masa subur pada wanita, yaitu:

  • Jika siklus menstruasi rata-rata kamu adalah 28 hari, maka ovulasi dapat terjadi sekitar hari ke-14 dan hari-hari paling subur adalah hari ke-12, 13, dan 14.
  • Jika siklus menstruasi rata-rata adalah 35 hari, ovulasi terjadi sekitar hari ke-21 dan hari-hari paling subur adalah hari ke-19, 20, dan 21.
  • Jika siklus menstruasi yang terjadi lebih pendek, sebagai contoh 21 hari, maka ovulasi dapat terjadi sekitar hari ke-7 dan hari paling subur adalah hari ke-5, 6, dan 7.

Beberapa wanita memiliki siklus yang sangat tidak teratur atau merasa sulit untuk menghitung panjang siklus rata-rata pada dirinya. Hal ini dapat menyulitkan untuk berolahraga saat ovulasi terjadi. Jika terlalu sulit untuk menghitung masa subur wanita, cobalah untuk berhubungan intim setiap 2–3 hari agar peluang untuk hamil lebih tinggi.

Baca juga: Obat Gusi Bengkak, dari Obat Apotek Sampai Bahan Alami

2. Kenali Tanda-Tanda Masa Subur Wanita

Untuk memperkuat perkiraan masa subur, kamu juga bisa mengamati tanda-tanda masa subur wanita berikut ini:

  • Meningkatnya Suhu Basal Tubuh 

Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh saat kamu bangun di pagi hari. Normalnya, suhu basal tubuh adalah 35,5–36,6 derajat Celsius. Namun, suhu tersebut akan meningkat ketika kamu sedang dalam masa ovulasi.

  • Nyeri Akibat Ovulasi

Disebutkan jika satu dari lima wanita mengalami nyeri yang berhubungan dengan terjadinya ovulasi pada tubuh. Rasa sakit ini dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah masa subur pada wanita. Gangguan ini dapat menimbulkan rasa sakit yang tajam dan kram. Meski begitu, gangguan ini jarang menimbulkan rasa sakit yang parah.

  • Perubahan pada Air Liur

Dipercaya jika air liur wanita dapat berubah sesuai dengan jumlah hormon estrogen yang ada di dalam tubuhnya. Selama siklus bulanan wanita, ada peningkatan besar dalam estrogen dalam beberapa hari sebelum masa subur tiba dan kenaikan kecil beberapa hari sebelum waktunya tiba.

  • Muncul Lendir Serviks

Selama siklus menstruasi wanita, jenis dan jumlah lendir serviks dapat berubah. Lendir ini merupakan sekresi yang dibuat oleh kelenjar di leher rahim. Pada masa subur, lendir serviks atau lendir yang ada di mulut rahim berwarna bening, licin, dan elastis, seperti putih telur mentah. Namun, cairan yang dihasilkan juga dapat lengket, putih, atau bahkan keruh. Lendir ini berguna untuk mendukung sperma agar dapat mencapai sel telur.

  • Merasa Bergairah

Ketika sedang dalam masa subur, kamu akan merasa dirimu menarik dan lebih bergairah untuk melakukan hubungan intim. Kamu pun juga terlihat menarik di mata pasangan, karena tubuh secara alami akan mengeluarkan wangi yang berbeda dari biasanya.

Coronavirus

Coronavirus

Pengertian Coronavirus

Coronavirus atau disebut juga dengan virus corona merupakan keluarga besar virus yang mengakibatkan terjadinya infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya.

Namun, beberapa jenis virus corona juga bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti:

  • Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV).
  • Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).
  • Pneumonia.

SARS yang muncul pada November 2002 silam di Tiongkok menyebar ke beberapa negara lain. Mulai dari Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Inggris, Italia, Swedia, Swiss, Rusia, hingga Amerika Serikat. Epidemi SARS yang berakhir hingga pertengahan 2003 itu telah menjangkiti sebanyak 8.098 orang di berbagai negara. Setidaknya sekitar 774 orang mesti kehilangan nyawa akibat penyakit infeksi saluran pernapasan berat tersebut.

Sampai saat ini, terdapat tujuh jenis coronavirus (HCoVs) yang telah diidentifikasi, yaitu:

  • HCoV-229E.
  • HCoV-OC43.
  • HCoV-NL63.
  • HCoV-HKU1.
  • SARS-COV (yang menyebabkan sindrom pernapasan akut).
  • MERS-COV (sindrom pernapasan Timur Tengah).
  • COVID-19 atau dikenal juga dengan Novel Coronavirus (menjadi penyebab wabah pneumonia di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019 dan menyebar ke negara lainnya mulai Januari 2020. Indonesia sendiri mengumumkan adanya kasus covid 19 dari Maret 2020 lalu).

Jenis-Jenis Varian (Mutasi) Virus Corona

Sejak awal kemunculannya, virus corona telah bermutasi menjadi berbagai varian. Hal ini karena pada dasarnya virus dapat bereplikasi dan membuat dirinya menjadi banyak.

Ketika melakukan hal ini, virus corona mengubah “gen”-nya sedikit. Inilah yang disebut mutasi virus. Mutasi dari virus disebut variasi atau varian dari virus yang asli

Hingga artikel ini ditulis, berikut beberapa varian atau mutasi dari virus corona yang telah menyebar:

1. Varian Alfa

Varian Alfa pertama kali ditemukan pada September 2020 di Inggris, dan dikenal dengan kode varian B. 1.1.7. Tingkat penularan varian virus ini adalah 43-90 persen lebih tinggi dari virus sebelumnya.

Beberapa gejala yang umum dialami oleh orang yang terinfeksi virus corona varian Alfa adalah:

  • Sesak napas.
  • Nyeri dada.
  • Hilangnya indera perasa dan penciuman.

2. Varian Beta

Varian Beta adalah mutasi virus corona yang pertama kali ditemukan pada Oktober 2020 di Afrika Selatan. Varian dengan kode B. 1.351 ini diketahui 50 persen lebih mudah menular dari varian sebelumnya.

Gejala infeksi varian Beta sama seperti gejala pada varian Alfa dan infeksi COVID-19 secara umum.

3. Varian Delta

Sempat menjadi penyebab gelombang kedua di berbagai negara, varian Delta pertama kali ditemukan pada Oktober 2020 di India. Varian ini juga disebut dengan kode B.1.617.2.

Tingkat penularan varian virus ini 30–100 persen lebih mudah menular dari varian Alfa. Selain itu, varian ini juga dapat menular lebih cepat dan berpotensi tinggi menyebabkan gejala yang parah.

Gejala infeksi varian delta dapat muncul dalam 3-4 hari setelah terinfeksi. Berikut beberapa gejala yang umum dialami:

  • Sakit kepala.
  • Sakit tenggorokan.
  • Pilek.
  • Batuk.
  • Sesak napas.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Kehilangan indera perasa atau penciuman.

4. Varian Gamma

Pertama kali ditemukan di Brazil dan Jepang pada November 2020, varian Gamma dikenal dengan kode P. 1. Gejala umum yang ditimbulkan infeksi varian virus ini sama seperti varian lain, yaitu sesak napas, sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk dan pilek.

5. Varian Epsilon

Varian Epsilon atau B.1.427/B.1.429 adalah mutasi virus corona yang pertama kali ditemukan di California, Amerika Serikat. Pada 19 Maret 2021, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memasukkan varian ini sebagai variant of concern (VOC) karena sempat menyebabkan peningkatan kasus di beberapa wilayah.

Gejala dari infeksi varian ini mirip seperti varian lain, yaitu:

  • Sesak napas.
  • Sakit kepala.
  • Sakit tenggorokan.
  • Batuk.
  • Pilek.

6. Varian Lambda

Varian Lambda atau C. 37 pertama kali ditemukan di Peru dan beberapa negara di Amerika pada Desember 2020.

Hingga saat ini, belum diketahui tingkat penularan dan keparahan infeksi akibat varian ini. Namun, tingkat penularan varian ini diketahui tidak berbeda jauh dengan virus corona jenis pertama.

7. Varian Zeta

Varian Zeta adalah mutasi virus corona yang pertama kali ditemukan di Brazil, dengan kore P. 2. Varian ini disebut sama seperti varian Gamma, termasuk dari segi gejala.

8. Varian Eta

Varian Eta pertama kali teridentifikasi di Inggris pada Desember 2020. Varian yang disebut B.1525 ini membawa mutasi E484-K seperti yang ditemukan di varian Gamma, Beta, dan Zeta.

Gejala dari infeksi varian ini sama seperti gejala COVID-19 secara umum. Namun, hingga saat ini, WHO masih menetapkan varian Eta sebagai Variant of Interest (VOI), karena tidak menjadi kekhawatiran seperti varian lain.

9. Varian Theta

Pertama ditemukan di Filipina pada Maret 2021, varian Theta dikenal juga dengan kode P. 3. Hingga kini belum banyak informasi mengenai tingkat penularan dan keparahan infeksi akibat varian ini.

Namun, varian Theta disebut-sebut lebih cepat menular dibanding varian sebelumnya. Dari segi gejala, secara umum sama seperti varian lainnya.

10. Varian Iota

Varian Iota pertama kali ditemukan pada November 2020 di New York, Amerika Serikat. Hingga kini, belum diketahui apakah varian dengan kode B.1.526 ini memiliki tingkat penularan dan keparahan infeksi yang lebih tinggi dari varian lain.

11. Varian Mu

Varian Mu pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari 2021, lalu secara ilmiah disebut dengan kode B.1.621. Hingga saat ini WHO masih mengklasifikasikan varian Mu sebagai VOI.

Sebab, varian ini diketahui belum menimbulkan kekhawatiran seperti pada varian Alpha dan Delta. Gejala umum infeksi varian Mu mirip seperti varian lainnya, yaitu demam, batuk, dan hilangnya indra perasa serta penciuman.

12. Varian Kappa

Sama seperti varian Delta, varian Kappa juga pertama kali ditemukan di India pada Desember 2020. Varian dengan kode B.1.617.1 ini masih diklasifikasikan sebagai VOI, sama seperti varian Lambda, Eta, dan Iota.

Hal ini karena belum ada data untuk memastikan tingkat penularan, keparahan infeksi, dan jenis gejala yang ditimbulkan oleh COVID-19 varian Kappa ini.

13. Varian Omicron

Varian Omicron pertama kali dilaporkan ke WHO pada 24 November 2021, dari Afrika Selatan. Varian dengan kode B.1.1.529 ini diklasifikasikan sebagai VOC, karena memiliki karakter yang perlu diwaspadai seperti varian Delta, Gamma, Beta, dan Alpha.

Varian Omicron diketahui memiliki sekitar 30 kombinasi mutasi dari sejumlah varian virus corona sebelumnya, seperti C.12, Beta dan Delta. Ini membuat varian Omicron berpotensi lebih cepat menular dibanding varian Delta dan memungkinkan terjadinya reinfeksi atau infeksi berulang.

Baca Juga: Segala Hal Tentang Anatomi Tubuh Manusia, Lengkap dengan Fungsinya

Hingga saat ini, ada beberapa subvarian turunan lainnya dari Omicron yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • BA.2

Subvarian Omicron BA.2 sudah terdeteksi di Indonesia sejak awal Januari 2022. Gejala-gejala yang timbul adalah mirip dengan subvarian BA.1. Cenderung seperti flu biasa, sakit tenggorokan, batuk, pilek, dan badan terasa pegal-pegal. Kendati demikian tingkat penularan subvarian Omicron BA.2 lebih tinggi dibandingkan subvarian sebelumnya.

  • BA.3

Subvarian BA.3 pertama kali terdeteksi di barat laut Afrika Selatan. Subvarian Omicron BA.3 menyebar dengan kecepatan yang sangat rendah. Selain itu, subvarian ini juga menyebabkan lebih sedikit kasus dibanding BA.1 dan BA.2. Gejala yang timbul dari infeksi subvarian BA.3 dikabarkan cukup ringan dan hampir sama dengan BA.1 dan BA.2.

  • BA.4 dan BA.5

Pertama kali terdeteksi di Indonesia pada 6 Juni 2022. Sub varian BA.4 dan BA.5 ini dikabarkan memiliki efektivitas angka reproduksi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan BA.2 atau subvarian lain. Artinya, sub varian ini memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dibandingkan sub varian sebelumnya.

Beberapa gejala umum dari infeksi varian Omicron adalah:

  • Pilek.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan ringan hingga parah.
  • Bersin-bersin.
  • Sakit tenggorokan.

Selain berbagai varian virus tadi, ada juga kondisi lain yang perlu diwaspadai, yaitu flurona.

Flurona adalah koinfeksi atau infeksi ganda yang terjadi ketika seseorang terinfeksi virus corona dan virus flu secara bersamaan. Gejala yang ditimbulkan mirip seperti gejala infeksi COVID-19 pada umumnya.

Pada kasus yang ringan dan sedang, gejala yang dapat muncul adalah:

  • Demam.
  • Batuk.
  • Kelelahan.
  • Diare.
  • Pilek.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hilangnya kemampuan indra penciuman dan perasa.

Beberapa orang juga dapat mengalami gejala berat akibat flurona. Misalnya sesak napas, nyeri dada, sulit bicara, penurunan kesadaran, serta wajah, bibir, dan kuku tampak kebiruan atau pucat.

Faktor Risiko Infeksi Coronavirus 

Siapa saja dapat terinfeksi virus corona. Akan tetapi, bayi dan anak kecil serta orang dengan kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap serangan virus ini. Selain itu, kondisi musim juga mungkin berpengaruh. Contohnya, di Amerika Serikat, infeksi virus corona lebih umum terjadi pada musim gugur dan musim dingin.

Lalu, seseorang yang tinggal atau berkunjung ke daerah atau negara yang rawan virus corona juga berisiko terserang penyakit ini. Misalnya, berkunjung ke Tiongkok, khususnya kota Wuhan, yang pernah menjadi wabah COVID-19 yang bermulai pada Desember 2019.

Penyebab Infeksi Coronavirus

Infeksi coronavirus disebabkan oleh virus corona itu sendiri. Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus lain pada umumnya, melalui:

  • Percikan air liur pengidap (batuk dan bersin).
  • Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.
  • Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus corona.
  • Tinja atau feses (jarang terjadi),

Khusus untuk COVID-19, masa inkubasi belum diketahui secara pasti. Namun, rata-rata gejala timbul antara 2–14 hari setelah virus pertama masuk ke dalam tubuh. Sementara itu, metode transmisi COVID-19 juga belum diketahui dengan pasti. Awalnya, virus corona jenis COVID-19 diduga bersumber dari hewan. Virus corona COVID-19 merupakan virus yang beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan kelelawar.

Sebenarnya, virus ini jarang sekali berevolusi dan menginfeksi manusia atau menyebar ke individu lainnya. Namun, kasus di Tiongkok kini menjadi bukti nyata kalau virus ini bisa menyebar dari hewan ke manusia. Bahkan, kini penularannya bisa dari manusia ke manusia.

Gejala Infeksi Coronavirus 

Virus corona bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus yang menyerang dan seberapa serius infeksi yang terjadi. Berikut ini beberapa ciri-ciri awal corona:

  • Hidung beringus.
  • Sakit kepala.
  • Batuk.
  • Sakit tenggorokan.
  • Demam.
  • Merasa tidak enak badan.
  • Hilangnya kemampuan indera perasa dan penciuman.

Hal yang perlu ditegaskan, beberapa virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Infeksinya dapat berubah menjadi bronkitis dan pneumonia (disebabkan oleh COVID-19), yang mengakibatkan gejala seperti:

  • Demam yang mungkin cukup tinggi bila pengidap mengidap pneumonia.
  • Batuk dengan lendir.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.

Infeksi bisa semakin parah bila menyerang kelompok individu tertentu. Contohnya, orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia.

Beberapa pengidap COVID-19 juga mengalami gejala yang sebenarnya bersifat ringan. Jadi, selalu waspada jika mengalami gejala yang tidak biasa pada tubuh.

Diagnosis Infeksi Coronavirus 

Untuk mendiagnosis infeksi virus corona, dokter akan mengawali dengan anamnesis atau wawancara medis. Dokter akan menanyakan gejala atau keluhan yang dialami. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan darah untuk membantu menegakkan diagnosis.

Dokter mungkin juga akan melakukan tes dahak, mengambil sampel dari tenggorokan, atau spesimen pernapasan lainnya. Sementara itu, untuk kasus yang diduga infeksi novel coronavirus, dokter akan melakukan swab tenggorokan, DPL, fungsi hepar, fungsi ginjal, dan PCT/CRP.

Komplikasi Infeksi Coronavirus

Virus corona yang menyebabkan penyakit SARS bisa menimbulkan komplikasi pneumonia dan masalah pernapasan parah lainnya bila tak ditangani dengan cepat dan tepat. Selain itu, SARS juga bisa menyebabkan kegagalan pernapasan, gagal jantung, hati, dan kematian.

Hampir sama dengan SARS, novel coronavirus juga bisa menimbulkan komplikasi yang serius. Infeksi virus ini bisa menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, bahkan kematian.

Pengobatan Infeksi Coronavirus

Tak ada perawatan khusus untuk mengatasi infeksi virus corona. Umumnya, pengidap akan pulih dengan sendirinya. Namun, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala infeksi virus corona. Contohnya:

  • Minum obat yang dijual bebas untuk mengurangi rasa sakit, demam, dan batuk. Namun, jangan berikan aspirin pada anak-anak. Selain itu, jangan berikan obat batuk pada anak di bawah empat tahun.
  • Gunakan pelembap ruangan atau mandi air panas untuk membantu meredakan sakit tenggorokan dan batuk.
  • Perbanyak istirahat.
  • Perbanyak asupan cairan tubuh.

Jika merasa khawatir dengan gejala yang dialami, segeralah hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat.

Khusus untuk virus corona yang menyebabkan penyakit serius, seperti SARS, MERS, atau infeksi COVID-19, penanganannya akan disesuaikan dengan penyakit yang diidap dan kondisi pasien.

Bila pasien mengidap infeksi novel coronavirus, dokter akan merujuk ke RS Rujukan yang telah ditunjuk oleh Dinkes (Dinas Kesehatan) setempat. Bila tidak bisa dirujuk karena beberapa alasan, dokter akan melakukan:

  • Isolasi;
  • Serial foto toraks sesuai indikasi;
  • Terapi simptomatik;
  • Terapi cairan;
  • Ventilator mekanik (bila gagal napas);
  • Bila ada disertai infeksi bakteri, dapat diberikan antibiotik.

Pencegahan Infeksi Coronavirus

Satu-satunya tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus corona adalah melalui vaksinasi. Selain itu, beberapa cara berikut ini bisa dilakukan guna mengurangi risiko terjangkit virus tersebut:

  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik hingga bersih.
  • Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau belum dicuci.
  • Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.
  • Hindari menyentuh hewan atau unggas liar.
  • Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering digunakan.
  • Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu. Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih.
  • Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.
  • Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala penyakit saluran napas.
  • Konsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Kuliah Keperawatan di Indonesia

Semakin hari semakin banyak orang di dunia yang membutuhkan layanan kesehatan. Ini membuat kuliah jurusan Keperawatan semakin banyak diminati!

 

Banyak pelajar asal Indonesia yang memilih kuliah Keperawatan di Indonesia. Apakah Anda juga termasuk salah satu pelajar tersebut?

Apabila Anda sudah memiliki impian untuk menjadi seorang perawat yang merawat orang-orang yang membutuhkan maka kuliah jurusan keperawatan di Indonesia adalah keputusan yang tepat bagi Anda. Impian tersebut pun bisa diwujudkan.

Selain bisa mewujudkan impian Anda yang mulia itu, Anda pun bisa berpeluang untuk memberikan kontribusi kepada dunia dalam bidang kesehatan.

Oleh karena itu, baca terus untuk mendapatkan informasi lebih banyak dan lengkap mengenai program studi keperawatan di Indonesia.

Temukan beragam pilihan spesialisasi jurusan, biaya kuliah keperawatan di Indonesia, prospek masa depan, dan lainnya melalui ulasan berikut.

Apa Itu Ilmu Keperawatan?

Ilmu Keperawatan adalah ilmu yang mempelajari segala hal tentang bagaimana cara memberikan pelayanan kesehatan secara profesional kepada orang sehat maupun orang sakit baik sakit secara fisik, psikis, maupun sosial sehingga memiliki tingkat kesehatan yang baik.

Orang yang lulus mempelajari Ilmu Keperawatan akan menjadi seorang perawat yang bekerja membantu dokter dalam melayani pasien yang membutuhkan.

Mengapa kuliah Keperawatan di Indonesia?

Jurusan keperawatan memang cukup banyak di dalam negeri lalu mengapa harus kuliah keperawatan di Indonesia? Ada beberapa alasan mengapa pilihan kuliah di Indonesia pada jurusan keperawatan banyak diminati para pelajar.

Beberapa alasan umum mengapa memilih kuliah Keperawatan di Indonesia bisa dilihat di bawah ini:

1. Bisa berkontribusi pada bidang kesehatan

Kuliah jurusan keperawatan memberikan Anda peluang untuk bisa melakukan kontribusi terhadap dunia pada bidang kesehatan. Bayangkan berapa banyak orang yang telah Anda bantu kesehatannya.

Dengan menjadi perawat, Anda pun telah turut meningkatkan kesehatan dunia.

Tentunya kontribusi tersebut merupakan suatu hal yang memuaskan bagi Anda. Tak menutup kemungkinan, hal tersebut bisa membawa manfaat yang lebih luas lagi.

2.  Mendapatkan pendidikan yang berkualitas

Kualitas pendidikan universitas-universitas yang ada di Indonesia pada jurusan Keperawatan memiliki kualitas yang cukup baik. Ada banyak universitas ternama yang memberikan kualitas pendidikan tingkat dunia.

Anda pun bisa mengenyam banyak ilmu keperawatan yang berkualitas.

Selain itu, Anda juga perlu tahu bahwa pendidikan keperawatan di Indonesia memiliki proporsi praktik yang lebih banyak daripada teoritis.

3. Memiliki banyak pilihan spesialisasi jurusan

Program studi keperawatan di Indonesia baik untuk jenjang pendidikan sarjana maupun jenjang pendidikan program pascasarjana memiliki cukup banyak pilihan pada spesialisasi jurusan.

Kuliah di Indonesia memang tidak hanya memberikan banyak tempat kuliah saja tetapi juga pilihan spesialisasi jurusan kuliah.

Anda pun bisa mulai memiliki spesialisasi jurusan tersebut sejak sebelum mendaftar kuliah.

4. Memiliki peluang kerja yang lebih luas dan lebih dihargai

Semakin hari semakin banyak penyakit baru yang bermunculan. Hal tersebut membuat tenaga kesehatan seperti perawat semakin banyak dibutuhkan.

Kebutuhan dunia akan tenaga perawat juga semakin meningkat seiring kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan bagi hidupnya.

Para lulusan kuliah keperawatan dari Indonesia memiliki peluang kerja lebih luas di banyak negara dan juga diharga lebih besar.

Apa Saja Mata Kuliah yang Akan Anda Pelajari pada Jurusan Keperawatan?

Sebelum mendaftar kuliah jurusan keperawatan maka cobalah lihat semua daftar mata kuliah keperawatan yang ada di universitas pilihan Anda.

Informasi mengenai daftar mata kuliah ini bisa membantu Anda untuk memberikan gambaran tentang apa-apa saja yang nanti akan dipelajari di bangku kuliah.

Sebagai contoh, inilah daftar mata kuliah program pendidikan tingkat Sarjana jurusan Keperawatan pada umumnya:

Tahun ke-1:

  • Indigenous Health and Wellbeing
  • Anatomy and Physiology 1
  • Foundations in Nursing 1
  • Professional Studies 1
  • Population Health
  • Anatomy and Physiology 2
  • Foundations in Nursing 2
  • Professional Practice 1

Tahun ke-2:

  • Nursing and Acute Care 1
  • Nursing and Mental Health 1
  • Professional Practice 2
  • Pathophysiology & Quality Use of Medicines 1
  • Nursing and Acute Care 2
  • Nursing and Mental Health 2
  • Professional Practice 3
  • Pathophysiology & Quality Use of Medicines 2

Tahun ke-3:

  • Working With Evidence
  • Professional Practice 4
  • Professional Studies 2 & Interprofessional Practice
  • Nursing and Complex Care
  • Nursing and the Community
  • Professional Practice 5

Modul Elektif:

  • Neonatal Nursing
  • Cardiac Nursing
  • Paediatric Nursing
  • Perioperative Nursing
  • Mental Health and Illness

Berapa Lama Durasi Kuliah yang Dibutuhkan?

Durasi kuliah keperawatan tergantung pada jenis jenjang pendidikan yang diambil.

Sertifikasi 9 bulan – 1,5 tahun
Diploma 2,5 tahun
Sarjana (S1) 3-4 tahun
Magister (S2) 1-2 tahun

Apa Persyaratan Masuk Kuliah Keperawatan?

Jika Anda ingin menjadi murid salah satu universitas di Indonesia maka maka Anda harus memenuhi beberapa persyaratan masuk kuliah.

Persyaratan masuk kuliah antara universitas yang satu dengan lainnya bisa jadi memiliki perbedaan kebijakan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memeriksa daftar persyaratan masuk kuliah keperawatan pada universitas yang hendak Anda pilih.

Di bawah ini adalah contoh persyaratan kuliah keperawatan dengan spesialisasi jurusan Adult Nursing di City, University of London, Inggris:

  • Ijazah SMA dengan nilai rata-rata 7 – 9 jurusan IPA
  • Ijazah D3
  • IELTS dengan skor 6.0 atau TOEFL dengan skor 79 (Tes Berbasis Internet) – untuk program Internasional

Baca Juga: Segala Hal Tentang Anatomi Tubuh Manusia, Lengkap dengan Fungsinya

Berapa Kisaran Gaji untuk Setiap Peluang Profesi Lulusan Keperawatan?

Gaji yang Anda dapatkan sebagai seorang perawat bisa jadi cukup bisa terutama bila Anda bekerja di luar negeri. Dilansir dari AllNursingSchools, rata-rata gaji tenaga perawat bisa dilihat pada data di bawah ini:

Jenis perawat Gaji
Perawat Anesthetist tersertifikasi Rp 180 juta/ bulan
Bidan perawat tersertifikasi Rp 125 juta/ bulan
Perawat di klinik spesialis Rp 125 juta/ bulan
Praktisi perawat Rp 125 juta/ bulan

Berapa Biaya Kuliah Keperawatan dalam Rupiah?

Biaya kuliah Keperawatan di Indonesia cukup bervariasi. Ada beberapa faktor yang memengaruhi biaya kuliah jurusan keperawatan di Indonesia.

Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah lokasi universitas, jenis universitas, jenjang pendidikan, dan spesialisasi jurusan.

Jadi, besarnya biaya pendidikan yang harus dikeluarkan tergantung pada faktor-faktor tersebut.

Biaya kuliah Keperawatan di Indonesia memiliki kisaran antara Rp 85.000.000,- hingga Rp 300.000.000,-.

Karakter seperti apa yang cocok kuliah jurusan Keperawatan?

Ada beberapa karakter yang perlu dimiliki apabila Anda ingin menjadi pelajar jurusan Keperawatan. Hal ini dikarenakan karakter-karakter tersebut akan menunjang kegiatan dan prestasi akademis Anda selama kuliah.

Inilah beberapa karakter yang cocok untuk kuliah Keperawatan:

  1. Peduli pada mahluk hidup terutama manusia
  2. Suka memberikan pelayanan kepada orang lain
  3. Memiliki tanggung jawab dan komitmen yang bagus
  4. Teliti dan cekatan terhadap segala kondisi
  5. Mampu memahami ilmu kesehatan

Apa saja peminatan atau jurusan pada bidang Keperawatan di Indonesia?

Jurusan pendidikan Keperawatan memang tidak memiliki peminatan atau spesialisasi jurusan yang cukup banyak sebagaimana jurusan kuliah yang lain. Akan tetapi, ini bukan berarti Anda tidak punya pilihan spesialisasi jurusan. Ada beberapa pilihan spesialisasi jurusan atau peminatan yang bisa Anda pilih.

Berikut adalah pemfokusan (minor) jurusan yang bisa Anda dapatkan dalam jurusan Keperawatan:

  • Ilmu Keperawatan
  • Keperawatan Anak
  • Keperawatan Maternitas
  • Keperawatan Dewasa
  • Keperawatan Jiwa
  • Keperawatan Medikal Bedah
  • Keperawatan Komunitas
  • Dan lainnya

Di mana universitas terbaik di Indonesia untuk kuliah Keperawatan?

Para pelajar yang tertarik untuk kuliah Keperawatan di Indonesia tidak perlu bingung mengenai tempat kuliah. Ada banyak universitas terkemuka di Indonesia yang menawarkan program studi Keperawatan dengan berbagai jenjang dan beragam spesialisasi jurusan.

Berikut ini adalah beberapa universitas terbaik di Indonesia untuk jurusan Keperawatan:

  1. Universitas Indonesia
  2. Universitas Padjajaran
  3. Universitas Gadjah Mada
  4. Universitas Riau
  5. Universitas Airlangga
  6. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  7. Universitas Muhammadiyah Jakarta
  8. Universitas Diponegoro
  9. Universitas Brawijaya
  10. Universitas Andalas
  11. Universitas Sumatera Utara
  12. Universitas Jember
  13. Universitas Jenderal Soedirman
  14. Universitas Syiah Kuala
  15. Universitas Syarif Hidayatullah

 

Obat Gusi Bengkak, dari Obat Apotek Sampai Bahan Alami

Obat Gusi Bengkak, dari Obat Apotek Sampai Bahan Alami

Beberapa orang mungkin pernah mengalami gusi bengkak, termasuk juga Anda. Jika tidak diatasi obat gusi bengkak yang tepat maka dapat menimbulkan rasa nyeri, bahkan jadi sulit makan, minum, dan berbicara.

Untuk mengatasi rasa nyeri yang ditimbulkan, ada beberapa rekomendasi obat gusi bengkak apotik yang ampuh serta beberapa jenis obat alami gusi bengkak yang bisa Anda dapatkan di rumah sendiri.

Penyebab gusi bengkak yang perlu diketahui

Ada sejumlah kondisi yang menjadi penyebab gusi bengkak, yaitu:

  • Radang gusi (gingivitis) akibat kebersihan mulut tidak terjaga
  • Infeksi bakteri dan jamur
  • Kekurangan nutrisi
  • Sensitif terhadap penggunaan pasta gigi atau obat kumur
  • Adanya sisa makanan yang tertinggal di gigi dan gusi
  • Pengaruh hormon saat kehamilan

Maka dari itu, obat untuk gusi bengkak cenderung berbeda-beda tergantung penyebab dan kondisi kesehatan Anda.

Obat gusi bengkak di apotik paling ampuh

Obat gusi bengkak di apotik bisa Anda gunakan untuk mengobati nyeri akibat gusi bengkak.

Akan tetapi, Anda harus ingat bahwa mengobati gigi yang sakit dengan obat pereda nyeri hanya dapat bertahan sementara waktu.

Ini berarti, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter gigi untuk mendapatkan obat untuk gusi bengkak yang sesuai dengan kondisi Anda.

Lantas, apa saja obat gusi bengkak di apotik paling ampuh untuk membantu meredakan nyeri akibat gusi bengkak?

1. Hidrogen peroksida

Salah satu obat gusi bengkak di apotik adalah hidrogen peroksida.

Beberapa masalah gusi, seperti gusi memerah, terasa nyeri, dan bengkak, dapat ditangani dengan berkumur menggunakan larutan hidrogen peroksida.

Hidrogen peroksida bisa menjadi pilihan obat gusi bengkak di apotik paling ampuh apabila digunakan dengan tepat.

Larutan antiseptik ini tersedia di apotek atau toko obat dan dapat dibeli tanpa resep dokter untuk membantu mengatasi radang gusi.

Anda dianjurkan untuk mengencerkan 3% hidrogen peroksida dengan 3 sendok makan air. Kemudian, gunakan sebagai obat kumur untuk gusi bengkak selama 30 detik.

Lakukan langkah ini 2-3 kali dalam seminggu sampai gusi bengkak pulih.

2. Ibuprofen

Ibuprofen adalah salah satu obat gusi bengkak di apotik yang ampuh meredakan rasa nyeri akibat gusi bengkak.

Obat untuk gusi bengkak ini termasuk dalam golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

Ibuprofen berperan untuk meredakan radang penyebab gusi bengkak dan demam yang mungkin menyertainya.

Sama seperti obat pada umumnya, ibuprofen dapat menimbulkan beberapa efek samping ringan hingga berat.

Beberapa efek sampingnya yang ringan, antara lain sakit perut, mual, muntah, sakit kepala, diare, sembelit, dan pusing.

Sementara, efek samping ibuprofen yang berat dapat berupa nyeri dada, sesak napas, urine berwarna gelap, hingga kulit dan bagian putih mata yang menguning.

Jika Anda mengalami hal ini, segera hentikan konsumsi obat gusi bengkak di apotik ini dan hubungi dokter.

3. Paracetamol

Selain ibuprofen, paracetamol juga bisa menjadi alternatif obat gusi bengkak di apotik paling ampuh dan mudah ditemukan.

Obat yang juga dikenal dengan nama acetaminophen ini juga relatif aman digunakan oleh dewasa dan anak-anak.

Tak hanya rasa nyeri, paracetamol juga mampu menurunkan demam yang mungkin muncul akibat gusi bengkak.

Pastikan Anda menggunakan paracetamol sebagai obat gusi bengkak dengan dosis yang tepat dan sesuai saran dokter atau aturan pakai pada kemasan.

4. Chlorhexidine

Chlorhexidine adalah jenis obat gusi bengkak apotik yang ampuh untuk mencegah pertumbuhan bakteri di area mulut, termasuk akibat gusi bengkak yang disebabkan oleh gingivitis atau radang gusi.

Namun, untuk obat sakit gusi bengkak, gunakan chlorhexidine varian obat kumur. Biasanya obat ini harus ditebus dengan resep dokter.

Anda dapat berkumur dengan obat kumur gusi bengkak ini setelah Anda menggosok gigi. Lalu, segera buang larutan tersebut setelah berkumur 30 detik.

Chlorhexidine tidak boleh ditelan. Hindari pula membilas mulut dengan air setelah berkumur agar obat untuk gusi bengkak ini dapat bekerja optimal.

Agar lebih aman, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi sebelum menggunakan obat kumur gusi bengkak ini.

Sederet obat alami gusi bengkak yang ada di rumah

Saat sedang mengalami gusi bengkak, solusi yang tepat adalah dengan berobat ke dokter gigi.

Akan tetapi, sambil menunggu jadwal konsultasi berobat dan mengonsumsi obat gusi bengkak di apotik yang ampuh, tak ada salahnya Anda mengurangi rasa nyeri akibat gusi bengkak dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di dapur ini.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa obat alami gusi bengkak ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut guna memastikan keefektifannya.

Jadi, Anda perlu lebih berhati-hati dalam menggunakannya. Bila perlu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter gigi.

Berikut adalah obat alami gusi bengkak dari bahan alami yang mungkin ada di dapur Anda:

1. Kumur air garam

Kumur air garam adalah salah satu obat alami gusi bengkak paling ampuh yang bisa Anda coba di rumah.

Berkumur air garam dapat membantu meringankan rasa nyeri dan meredakan bengkak pada gusi.

Ini karena garam bersifat menyerap air sehingga efektif membunuh bakteri jahat dalam mulut.

Cara membuat air garam untuk berkumur sangat mudah.

Anda cukup menggunakan air hangat, lalu larutkan 1 sendok teh garam ke dalamnya.

Kemudian, kumur-kumur air garam secara merata di segala penjuru mulut selama beberapa detik, dan buang airnya. Ingat, jangan sampai menelan air bekas kumur.

Anda dapat rutin berkumur air garam sebagai obat kumur untuk gusi bengkak setidaknya dua kali sehari, atau sampai nyeri akibat gusi bengkak mulai mereda.

2. Kompres es batu

Obat alami gusi bengkak yang mudah, cepat, dan ampuh berikutnya adalah kompres dingin.

Suhu dingin dapat membuat saraf pemicu nyeri di sekitar area mulut jadi mati rasa sehingga meredakan nyeri dan pembengkakan pada gusi.

Caranya menggunakannya mudah, ambil beberapa bongkah es batu lalu bungkus dengan kain waslap atau handuk bersih.

Tempatkan bungkusan es batu tersebut di bagian pipi yang terasa nyeri.

3. Kompres air hangat

Selain kompres es batu, kompres air hangat juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri akibat gusi bengkak.

Anda cukup membasahi kain waslap atau handuk bersih dengan air hangat.

Peras airnya, lalu tempatkan kain atau handuk tersebut di bagian pipi yang terasa nyeri.

Sebaiknya, jangan langsung menempelkan kain atau handuk pada gusi bengkak yang terasa sakit.

4. Kunyit

Kunyit yang umumnya menjadi pewarna alami dalam makanan ternyata dapat disiasati sebagai obat alami gusi bengkak.

Kandungan kurkumin pada kunyit diyakini dapat melawan bakteri penyebab infeksi gusi, serta meredakan peradangannya.

Bahkan, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Indian Society of Periodontology menunjukkan bahwa obat herbal gusi bengkak dari kunyit dapat berpotensi mencegah pembentukan plak di gigi dan risiko gingivitis (radang gusi).

Cara menggunakan kunyit sebagai obat herbal gusi bengkak adalah parut setengah ruas kunyit dan campurkan dengan air.

Anda juga bisa menggunakan bubuk kunyit agar lebih praktis. Lalu, aduk rata sampai membentuk krim kental.

Oleskan krim kental dari kunyit tersebut pada area gusi yang membengkak.

Anda bisa menggunakannya saat menggosok gigi. Diamkan selama 10 menit, lalu berkumur dengan air untuk membersihkannya.

Lakukan cara ini dua kali sehari untuk mengurangi pembengkakan pada gusi.

Namun, perhatikan apakah Anda memiliki riwayat alergi terhadap bahan alami satu ini atau tidak sebelum menggunakannya.

Selain itu, sebaiknya jangan menggunakannya secara berlebihan.

5. Minyak esensial

Hasil penelitian yang dimuat dalam European Journal of Dentistry mengungkapkan minyak peppermint dan tea tree oil diyakini dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme di area mulut, termasuk gusi.

Caranya, campurkan 3 tetes minyak peppermint atau tea tree oil dengan beberapa tetes air hangat.

Lalu, gunakan obat kumur gusi bengkak ini untuk berkumur-kumur selama 30 detik dan buang airnya.

Lakukan langkah ini dua kali sehari sampai nyeri gusi bengkak mereda.

6. Lidah buaya

Menurut hasil studi Journal of Clinical and Experimental Dentistry, lidah buaya sama efektifnya dengan chlorhexidine, yakni obat untuk gusi bengkak yang ampuh redakan nyeri akibat gingivitis (radang gusi).

Anda cukup menggunakan dua sendok makan lidah buaya sebagai obat kumur gusi bengkak.

Lakukan cara alami ini dua kali sehari selama 10 hari berturut-turut agar gusi bengkak dapat mereda.

Konsultasikan ke dokter apabila ….

Jika berbagai obat gusi bengkak di apotik paling ampuh dan bahan-bahan alami di atas tidak juga meredakan gusi bengkak, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi.

Sebab, bisa jadi penyebab gusi bengkak yang Anda alami merupakan gejala penyakit atau infeksi yang lebih serius sehingga memerlukan penanganan langsung dari ahlinya.

Jadi, jangan menunda waktu untuk pergi ke dokter gigi bila Anda mengalami gejala sebagai berikut:

  • Gusi terasa sangat sakit
  • Gusi bengkak disertai berdarah
  • Kesulitan untuk membuka mulut, sehingga mengunyah, menelan, atau berbicara menjadi terasa menyiksa
  • Rasa nyeri atau pembengkakan pada mulut, wajah, hingga leher
  • Rasa nyeri tidak hilang meski sudah minum obat pereda nyeri
  • Rasa nyeri tidak kunjung membaik lebih dari seminggu

Dokter gigi akan memberikan pengobatan gusi bengkak berdasarkan tingkat keparahan dan gejala yang dialami.

Mulai dari tindakan medis hingga pemberian obat sakit gigi gusi bengkak tertentu.

Penting pula untuk senantiasa menjaga kebersihan mulut, menggunakan obat kumur, serta menggosok gigi secara rutin sebagai cara mencegah gusi bengkak.

Syarat Daftar BPJS Kesehatan yang Lengkap dan Mudah

Syarat Daftar BPJS Kesehatan yang Lengkap dan Mudah

Syarat daftar BPJS Kesehatan harus dipersiapkan dari awal. Hal ini berguna untuk menghindari kerepotan yang mungkin terjadi akibat kendala administrasi.

Sekalipun BPJS Kesehatan sudah berjalan bertahun-tahun, tidak pernah ada kata terlambat untuk mendaftarkan diri menjadi peserta jaminan kesehatan milik pemerintah ini. Lalu, apa saja syarat membuat BPJS mandiri yang harus Anda siapkan? Simak penjelasan berikut.

Syarat daftar BPJS Kesehatan yang harus disiapkan

Pendaftaran peserta BPJS bisa dilakukan dengan mendatangi langsung kantor BPJS.

Bagi Anda yang ingin lebih praktis, BPJS juga menyediakan platform pendaftaran secara online lewat aplikasi Mobile JKN yang bisa diunduh melalui Apple App Store maupun Google Play pada smartphone Anda.

Tidak sedikit calon peserta BPJS Kesehatan yang mengeluh harus sering bolak-balik ke kantor BPJS hanya untuk melengkapi syarat pembuatan BPJS Kesehatan.

Untuk menghindari masalah tersebut, pastikan Anda sudah menyiapkan dan melengkapi syarat daftar BPJS Kesehatan berikut ini:

  • Kartu Keluarga (KK)
  • KTP/Paspor
  • NPWP
  • Buku tabungan bank yang melayani autodebet BNI, BRI, BTN, Mandiri, dan BCA (dapat menggunakan rekening tabungan kepala keluarga atau anggota keluarga lain yang ada dalam KK)
  • Pasfoto calon peserta BPJS ukuran 3×4 dengan ukuran digital maksimal 50 KB
  • Nomor handphone
  • Alamat email
  • Paspor dan surat izin kerja yang diterbitkan instansi berwenang bagi WNA.

Syarat bikin BPJS Kesehatan ini dilakukan sebagai verifikasi data peserta. Anda sebaiknya juga sudah memutuskan atau setidaknya memiliki gambaran mengenai kelas BPJS Kesehatan yang akan dipilih.

Sebab, Anda akan diminta untuk langsung membayar iuran BPJS Kesehatan bulan pertama pada saat pendaftaran.

Terdapat tiga kelas BPJS kesehatan yang bisa Anda pilih, yakni:

  • Kelas III dengan iuran sebesar Rp35.000 per orang per bulan
  • Kelas II dengan iuran sebesar Rp100.000 per orang per bulan
  • Kelas I dengan iuran sebesar Rp150.000 per orang per bulan.

Pembayaran iuran di atas sewaktu-waktu dapat meningkat. Sebagai syarat membuat BPJS, pastikan Anda membayar tagihan sesuai dengan kelas yang dipilih.

Setelah semua syarat daftar BPJS lengkap, Anda tinggal memilih cara membuat BPJS Kesehatan yang dikehendaki, baik secara online maupun offline (datang langsung ke kantor BPJS).

Untuk pendaftar online, Anda hanya perlu mencatat syarat daftar BPJS Kesehatan ini, yaitu nomor KTP, KK, dan buku tabungan.

Selain itu, jangan lupa untuk menyertakan salah satu persyaratan membuat BPJS Kesehatan yang tidak boleh dilupakan, yaitu foto dalam format digital.

Dengan menjadi anggota BPJS Kesehatan, Anda dapat merasakan berbagai manfaat kepesertaan, termasuk fasilitas rawat jalan dan rawat inap sesuai kelas yang Anda pilih.

Cara membuat BPJS Kesehatan secara online dan offline

Jika syarat daftar BPJS Kesehatan yang dibutuhkan sudah lengkap, kini saatnya untuk mendaftar. Berikut adalah beberapa cara membuat BPJS secara online dan offline.

1. Kantor BPJS Kesehatan

Ikut langkah-langkah ini sebagai cara membuat BPJS Kesehatan secara langsung di kantor cabang terdekat dari lokasi Anda.

  • Isilah formulir Daftar Isian Peserta (DIP) dengan melampirkan syarat membuat BPJS Kesehatan yang telah Anda siapkan di rumah. Pastikan data sudah tertulis dengan benar agar tidak terjadi kendala ketika mengisi formulir pendaftaran maupun saat hendak menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.
  • Setelah mendaftar, calon peserta BPJS Kesehatan akan mendapat nomor virtual account (VA) bank tertentu yang digunakan untuk membayar iuran BPJS sesuai kelas yang dipilih. Saat ini, bank yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, antara lain BRI, Mandiri, dan BNI.
  • Usai membayar melalui bank, simpan bukti pembayaran tersebut.
  • Kembalilah ke kantor BPJS Kesehatan, kemudian serahkan bukti pembayaran dan tunggu hingga kartu kepesertaan Anda selesai dicetak.

Sementara itu, pembuatan BPJS Kesehatan penerima bantuan iuran (PBI) akan didaftarkan oleh Kementerian Kesehatan kepada BPJS Kesehatan.

2. Aplikasi Mobile JKN

Jika Anda tidak punya banyak waktu untuk mengantre di kantor BPJS Kesehatan, Anda bisa masuk ke situs BPJS atau mengunduh aplikasi Mobile JKN di ponsel.

Namun, pastikan Anda terlebih dahulu memiliki nomor ponsel dan alamat e-mail yang valid dan aktif.

Jika sudah memenuhi persyaratan bikin BPJS Kesehatan, berikut cara daftar BPJS Kesehatan online yang bisa Anda ikuti:

  • Buka aplikasi Mobile JKN dari telepon pintar ataupun laptop.
  • Isi data yang telah disediakan dengan benar, termasuk data diri, alamat, pilihan kelas, serta fasilitas kesehatan tingkat I yang Anda inginkan, dan lain-lain.
  • Simpan data Anda, kemudian tunggu e-mail yang berisi notifikasi nomor registrasi dan virtual account (VA), kemudian cetak lembar tersebut.
  • Lakukan pembayaran melalui VA, teller bank, maupun ATM, kemudian simpan bukti pembayaran tersebut.
  • Anda kembali akan mendapat e-mail yang memberi tahu bahwa kepesertaan BPJS Anda sudah aktif. Anda juga akan mendapat e-ID Card BPJS yang bisa Anda cetak sendiri.
  • Jika Anda ingin mencetak kartu BPJS tersebut di kantor BPJS, bawa semua data sebelumnya (formulir, VA, dan bukti pembayaran) langsung ke counter pencetakan kartu BPJS.

3. Care center BPJS Kesehatan

Selain itu, Anda bisa mendaftar BPJS Kesehatan dengan menghubungi BPJS Care Center 24 jam di nomor 1-500-400. Ikuti petunjuk sesuai instruksi dari operator.

Lengkapi data dan syarat BPJS Kesehatan, seperti nama lengkap, tempat lahir, tanggal lahir, status pernikahan, alamat atau domisili, nomor handphone, email aktif, nomor rekening bank, pilihan kelas perawatan, dan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang dipilih.

Jika semua data sudah lengkap dan sesuai, konfirmasi pendaftaran dan nomor virtual account untuk melakukan pembayaran akan dikirim ke email Anda.

Kartu JKN-KIS akan dikirim paling lambat 6 hari setelah pembayaran. Sementara itu, kartu elektronik dapat diunduh pada aplikasi Mobile JKN.

Setelah kartu kepesertaan Anda aktif, jangan lupa untuk membayar iurannya rutin setiap bulan.

Syarat mendaftar BPJS Kesehatan tidak sulit, bukan? Dengan terdaftar sebagai peserta, Anda berhak mendapatkan jaminan kesehatan.

Bagaimana mendaftarkan bayi baru lahir sebagai peserta BPJS Kesehatan?

Bayi baru lahir dari peserta JKN-KIS wajib didaftarkan kepada BPJS Kesehatan dengan membayar iuran paling lambat 28 hari sejak dilahirkan. Berikut adalah syarat daftar BPJS Kesehatan bagi bayi baru lahir:

  • Nomor JKN dan data kependudukan ibu
  • Surat keterangan lahir dari Bidan/RS/Fasilitas Kesehatan atau tenaga penolong persalinan
  • Buku rekening tabungan kepala keluarga atau anggota keluarga lain dalam KK
  • Melakukan perubahan data bayi selambat-lambatnya 3 bulan setelah kelahiran, yang terdiri dari nama, tanggal lahir, jenis kelamin, dan NIK.

Jiks syarat BPJS Kesehatan terpenuhi, status bayi baru lahir akan aktif sebagai peserta setelah melakukan pembayaran iuran.

Apabila Anda tidak mendaftar atau membayar iuran BPJS bayi baru lahir, maka akan dikenakan kewajiban membayar iuran sejak bayi dilahirkan dan dikenakan sanksi karena terlambat membayar iuran.

BPJS Kesehatan menjadi syarat pelayanan publik

Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2022 yang dikeluarkan pada 6 Januari 2022, Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada 30 kementerian dan lembaga untuk menyukseskan program BPJS Kesehatan.

Sejumlah pelayanan publik, seperti jual beli tanah, mengurus SIM, STNK, SKCK, pembuatan paspor, layanan haji dan umrah, mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR), hingga permohonan perizinan berusaha, mewajibkan pemohon memiliki keanggotaan BPJS Kesehatan.

Selain itu, berdasarkan pemantauan Ombudsman RI, per tanggal 1 Maret 2022, Kementerian Agraria dan Tata Ruang telah memberlakukan persyaratan kepesertaan BPJS Kesehatan dalam pengurusan pendaftaran dan peralihan hak atas tanah.

Segala Hal Tentang Anatomi Tubuh Manusia, Lengkap dengan Fungsinya

Segala Hal Tentang Anatomi Tubuh Manusia, Lengkap dengan Fungsinya

Anatomi tubuh manusia memiliki struktur dan fungsinya masing-masing yang terhubung melalui sistem organ. Ada sekitar 11 sistem organ dalam tubuh manusia untuk keberlangsungan hidup. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai anatomi dan sistem organ dalam tubuh manusia.

Anatomi dan sistem organ tubuh manusia

Mengutip dari Medline Plus, anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur tubuh. Anatomi berfokus dalam mengatur bagian dalam tubuh meliputi sel, jaringan, dan juga organ.

Setiap sistem organ mempunyai struktur dan fungsi tersendiri, di antaranya adalah:

1. Sistem saraf

Sistem saraf memiliki dua bagian utama, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi yang diperlukan untuk mengkoordinasikan seluruh bagian tubuh.

Sistem saraf pusat meliputi otak dan sumsum tulang belakang. Sementara itu, sistem saraf tepi terdiri dari jaringan saraf yang menghubungkan bagian tubuh lainnya.

Kedua bagian sistem ini bekerja untuk mengumpulkan informasi dari dalam dan luar tubuh.

Setelah memproses informasi tersebut, lalu mengirimkan instruksi pada organ tubuh lainnya untuk memberikan respon.

Ada pula sistem periferal saraf yang terbagi ke dalam dua komponen berbeda, yaitu sistem somatik dan otonom.

Sistem somatik bekerja untuk bagian yang merespons instruksi. Sementara itu, sistem otonom bekerja di luar kesadaran manusia, misalnya memompa darah.

2. Sistem reproduksi

Sistem reproduksi dalam anatomi dan sistem organ manusia berperan penting untuk memungkinkan Anda untuk bereproduksi.

Saat terjadi pembuahan, artinya sel sperma dan sel telur telah bertemu dan tumbuh dalam rahim.

Sistem reproduksi wanita:
ini adalah salah satu sistem organ wanita yang penting agar proses reproduksi berjalan dengan baik.

Maka dari itu, Anda bisa mengandung dan melahirkan anak selama proses pembuahan terjadi.

Sistem organ utama dalam sistem reproduksi wanita adalah vagina, rahim, leher rahim, dan indung telur (ovarium).

Sistem reproduksi pria:
Sedangkan organ reproduksi pria adalah penis, skrotum dan testis. Testis menghasilkan hormon testosteron dan sel sperma yang juga berperan penting dalam pembuahan sel telur.

Baca Juga: Kampus Teknik UNHAS Gowa Punya Jurusan Lengkap

3. Sistem pencernaan

Sistem pencernaan adalah organ dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mengubah makanan menjadi nutrisi. Ini dapat digunakan melalui proses pemecahan kimia.

Jadi, sistem pencernaan memungkinkan tubuh untuk memecah, menyerap makanan, hingga mengeluarkan kotoran.

Bagian dari sistem pencernaan atau gastrointestinal pada anatomi tubuh manusia adalah:

  • Mulut,
  • Kerongkongan (esofagus),
  • Lambung,
  • Usus halus (usus dua belas jari, jejunum, dan ileum),
  • Usus besar, hingga
  • Anus.

Gangguan pencernaan biasanya timbul, ketika ada organ dalam sistem pencernaan yang tidak bekerja dengan sempurna dalam menyerap nutrisi.

4. Sistem muskuloskeletal

Dalam anatomi tubuh manusia juga mempunyai sistem muskuloskeletal yang terdiri dari sistem rangka dan otot. Sistem otot meliputi otot, tendon, dan ligamen yang melekat pada tulang.

Ada 206 tulang pada sistem rangka tubuh manusia yang juga berfungsi memproduksi sel darah, menyimpan mineral penting, dan memproduksi hormon.

Maka dari itu, sistem rangka ini memberikan bentuk, struktur, atau postur serta pendukung utama dari gerakan yang dihasilkan tubuh.

Tak hanya itu saja, anatomi organ tubuh juga memiliki 650 jaringan otot. Terdapat tiga jenis otot, yaitu:

  • Otot lurik (rangka), terhubung ke tulang dan membantu gerakan.
  • Otot jantung, membantu untuk memompa darah.
  • Otot polos, berada di dalam organ berfungsi untuk membantu memindahkan zat tertentu.

5. Sistem pernapasan

Setiap jaringan dalam tubuh memerlukan oksigen agar dapat berfungsi dengan baik melalui proses bernapas.

Untuk itu, sistem organ pernapasan pada tubuh manusia memungkinkan Anda untuk menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida.

Ini terdiri dari paru-paru, bronkus, trakea, faring, juga rongga hidung. Organ pernapasan juga berperan dalam indera penciuman hingga mengatur kesiembangan kadar pH.

6. Sistem limfatik

Tugas utama sistem limfatik adalah membuat dan menggerakkan getah bening. Cairan yang mengandung sel darah putih dan membantu tubuh melawan infeksi.

Sistem limfatik juga mendukung sistem pembuangan dengan mengeluarkan kelebihan cairan, protein, lemak, bakteri dan zat-zat lainnya yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Dapat dikatakan, sistem limfatik juga penting untuk kekebalan tubuh, sistem pencernaan, hingga menjaga tekanan darah.

7. Sistem endokrin

Seperti sistem saraf, sistem endokrin dalam sistem organ juga berperan penting dalam tubuh manusia karena dapat mengeluarkan hormon ke dalam darah.

Sesuai dengan giliran, hormon ini mengatur jaringan dan fungsi tubuh yang berbeda-beda. Sebagai contoh, mengatur sistem metabolisme hingga fungsi seksual.

Berikut adalah 8 jenis kelenjar utama dalam sistem endokrin anatomi tubuh manusia, yaitu:

  • Kelenjar pituitari, menghasilkan hormon pertumbuhan, hormon prolaktin, dan hormon antidiuretik.
  • Hipotalamus, bagian otak ini menghubungkan sistem endokrin dengan sistem saraf.
  • Kelenjar tiroid, menghasilkan hormon tiroid yang bekerja pada proses metabolisme.
  • Kelenjar adrenal, melepaskan hormon adrenal yang berpengaruh pada tekanan darah dan detak jantung.
  • Kelenjar reproduksi, menghasilkan hormon estrogen dan progesteron pada wanita, serta hormon testosteron pada laki-laki.
  • Pankreas, organ ini menghasilkan hormon insulin dan glukagon untuk mengontrol kadar gula darah.
  • Kelenjar pineal, menerima informasi tentang siklus terang-gelap dan mengeluarkan hormon melatonin.
  • Kelenjar paratiroid, mengatur kadar kalsiun dalam tubuh.

8. Sistem urinari

Sistem urinari atau ekskretori berperan dalam menyaring darah dan membuang racun dari dalam jaringan tubuh. Sistem ini terdiri dari empat organ penting, yaitu:

  • Ginjal,
  • Saluran kemih (ureter),
  • Kandung kemih, dan
  • Uretra.

Pembuangan cairan berlebih dan racun dari sistem organ dalam tubuh manusia ini juga membantu mengatur tekanan darah.

9. Sistem integumen

Sistem integumen ini adalah sistem pada anatomi yang paling unik dalam tubuh manusia, yaitu kulit.

Kulit adalah organ terbesar sekaligus menjadi keseluruhan sistem yang melindungi tubuh dari bakteri, virus, dan patogen lainnya.

Sistem ini bekerja meliputi seluruh bagian permukaan kulit, termasuk mengatur produksi kelenjar keringat, akar rambut, kuku, dan kinerja saraf.

10. Sistem peredaran darah

Disebut juga sebagai sistem kardiovaskular, sistem peredaran darah terdiri dari organ jantung yang memompa darah dan pembuluh darah yang mengalirkan darah.

Ada dua jenis pembuluh darah, yaitu arteri yang mengalirkan darah dari jantung, dan vena yang mengembalikan darah ke jantung.

11. Sistem kekebalan tubuh

Sistem kekebalan tubuh atau imun adalah pertahanan organ tubuh terhadap bakteri, virus, dan patogen lainnya yang mungkin berbahaya

Organ utamanya adalah kelenjar getah bening, sumsum tulang, limfa, kelenjar gondok, tonsil, sel darah putih, dan kulit.

Walaupun fungsinya menjadi yang paling penting bagi manusia, sistem kekebalan ini akan terbentuk melalui anatomi sistem organ tubuh lainnya.

Anatomi tubuh manusia terdiri dari berbagai macam sistem yang masing-masing memiliki struktur dan fungsi tersendiri.

Meskipun begitu, sistem organ dalam tubuh manusia akan bekerjasama agar tubuh tetap berfungsi dengan baik. Maka dari itu, Anda wajib untuk menjaga kesehatan masing-masing sistem organ.

Natur-E 100 IU 16 Kapsul

Natur-E 100 IU 16 Kapsul
Deskripsi
NATUR-E 100 IU 16 KAPSULmerupakan suplemen yang mengandung Vitamin E yang terbukti alami, aman serta sehat untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit. Suplemen ini digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin E.
Indikasi Umum
Vitamin E alami yang membantu memelihara kesehatan kulit
Komposisi
Setiap kapsul mengandung : Natural Vitamin E 100 IU.
Dosis
1-3 kapsul per hari.
Aturan Pakai
Dikonsumsi sesudah makan.
Perhatian
Simpan pada suhu 25-30 C dan terlindung dari cahaya. Hentikan penggunaan jika timbul reaksi alergi.
Segmentasi
Vitamin & Supplement
Kemasan
Dus, 4 Strip @ 4 Kapsul Lunak
Manufaktur
Darya Varia Laboratoria
No. Registrasi
BPOM: SD041317161

Cara Hitung Berat Badan Ideal

Cara Hitung Berat Badan Ideal

Setiap orang memiliki ukuran tubuh yang berbeda-beda dan menjadikannya unik. Meskipun begitu, pastinya memiliki berat badan ideal adalah impian kebanyakan orang. Bukan soal tidak mencintai bentuk tubuh diri sendiri, memiliki berat badan ideal lebih mengacu pada keadaan tubuh yang sehat. Pasalnya, memiliki berat badan berlebih atau obesitas memiliki dampak yang kurang baik terhadap kesehatan tubuh.

Begitu pun dengan berat badan yang terlalu ringan. Sebab, hal tersebut juga tidak baik untuk kesehatan. Dengan kata lain, memiliki berat badan ideal bukan soal mengikuti standar kecantikan yang superfisial. Melainkan, memiliki berat badan ideal merupakan perwujudan upaya untuk memiliki tubuh yang sehat. Sehingga, orang yang memiliki tubuh yang sehat dapat beraktivitas dan berkarya lebih maksimal.

Cara Menghitung Berat Badan Ideal dengan Rumus Broca

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk menghitung berat badan ideal, yaitu menggunakan rumus Broca. Rumus yang ditemukan oleh Paul Broca ini membedakan cara penghitungan antara pria dan wanita. Hal ini disebabkan karena pria dan wanita memiliki komposisi tubuh yang berbeda.

Meskipun pria dan wanita memiliki cara yang berbeda dalam menghitung berat badan ideal, rumus ini tidaklah rumit. Berikut adalah rumusnya:

  • Pria: Berat badan ideal (kilogram) = [tinggi badan (sentimeter) – 100] – [(tinggi badan (sentimeter) – 100) x 10 persen]
  • Wanita: Berat badan ideal (kilogram) = [tinggi badan (sentimeter) – 100] – [(tinggi badan (sentimeter) – 100) x 15 persen]

Misalnya untuk pria, jika kamu memiliki tinggi badan 170 sentimeter, cara menghitungnya adalah (170-100)-[(170-100)x10%], 70-7= 63. Jadi, berat badan ideal kamu adalah 63 kilogram. 

Sedangkan, jika kamu seorang wanita dengan tinggi badan 158, cara menghitungnya adalah (158-100)-[(158-100)x15%), 58-8,7= 49,3. Jadi, berat badan kamu adalah 49,3 kilogram.

Cara Menghitung Berat Badan Ideal dengan Kalkulator BMI

Body Mass Index (BMI) adalah cara menghitung berat badan ideal berdasarkan tinggi dan berat badan. Berbeda dengan cara perhitungan sebelumnya yang membedakan cara perhitungan pria dan wanita, BMI dibedakan berdasarkan usia.

Kalkulator BMI, yang juga menjadi salah satu fitur melalui aplikasi maquillaje-para.net, dapat digunakan oleh seseorang yang sudah berusia 20 tahun atau lebih. Bagi mereka yang berusia di bawah 20 tahun, ada cara lain untuk menghitungnya.

Dengan menggunakan kalkulator BMI, akan diketahui apakah seseorang masuk dalam kategori berat badan ideal atau tidak. Meskipun begitu, BMI dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi atlet atau olahragawan.

Berat badan juga berasal dari massa otot, sehingga atlet bisa dinyatakan kelebihan berat badan, padahal sebenarnya tidak. Sebelum mencoba kalkulator BMI, ada baiknya mengetahui beberapa keterangan mengenai perhitungan ini:

  • Angka BMI normal berada pada kisaran 18,5-25.
  • Jika angka BMI melebihi 25, kamu memiliki berat badan berlebih.
  • Sedangkan, jika angka BMI berada di bawah 18 berarti berat badanmu kurang.
  • Jika angka BMI sudah melebihi angka 40, sebaiknya dilakukan penanganan secepatnya karena angka ini menunjukkan tanda bahaya.

Cara menghitungnya:

Berat badan ideal = Berat badan (kilogram): Tinggi badan (meter)

Sebagai contohnya, jika berat badan kamu 47 kilogram dan tinggi badan 1,63 meter, nilai BMI kamu adalah 47:(1,63)= 17.8. Berarti, berat badan kamu termasuk di bawah rata-rata.

Baca juga: Memahami Pengertian Teks Eksplanasi, Dari Struktur Sampai Contohnya

Begini Cara Menyembuhkan Radang Tenggorokan Tanpa Obat

Begini Cara Menyembuhkan Radang Tenggorokan Tanpa Obat

Radang tenggorokan adalah kondisi yang umum disebabkan oleh infeksi virus, seperti pilek atau flu. Gangguan ini biasanya terjadi dalam intensitas ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Pertanyaannya, bagaimana sih cara mengatasi radang tenggorokan tanpa obat-obatan?

Menyembuhkan Radang Tenggorokan Tanpa Obat

Gejala radang tenggorokan bisa saja menghambat aktivitas harian karena rasa sakit dan gatal yang sangat mengganggu. Dalam intensitas ringan, kamu bisa mengatasi sejumlah gejala tersebut dengan beberapa bahan alami berikut ini:

1. Madu

Menurut studi di Cochrane Database Syst Rev dengan judul Honey as a topical treatment for wounds, madu efektif dalam membantu mempercepat penyembuhan sakit tenggorokan. Caranya dengan mencampurkan satu sendok madu dengan air hangat atau teh.

2. Air Garam

Menyembuhkan radang tenggorokan tanpa obat selanjutnya bisa kamu lakukan dengan berkumur air garam. Caranya dengan membuat larutan air asin dengan setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat.

3. Teh Chamomile

Di dalam teh ini mengandung sifat antiinflamasi dan antioksidan. Jurnal ilmiah berjudul Chamomile: A herbal medicine of the past with bright future menerangkan bahwa, menghirup uap chamomile dapat membantu meredakan gejala pilek, termasuk sakit tenggorokan.

4. Peppermint

Peppermint mengandung mentol, yang membantu mengencerkan lendir dan meredakan sakit tenggorokan. Bahan alami ini juga memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, dan antivirus yang dapat menunjang proses penyembuhan.

5. Berkumur Soda Kue

Langkah menyembuhkan radang tenggorokan tanpa obat yang terakhir dapat dilakukan dengan berkumur soda kue. Caranya dengan mencampur soda kue dengan air garam untuk membunuh bakteri dan mencegah pertumbuhan jamur.

Baca Juga: 20 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Dibutuhkan di Masa Depan

Pengertian Sifilis

Pengertian Sifilis

Raja singa atau sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Gejala sifilis diawali dengan munculnya luka yang tidak terasa sakit di area kelamin, mulut, atau dubur.

Luka atau ulkus pada area kelamin yang menjadi gejala sifilis (sipilis) sering kali tidak terlihat dan tidak terasa sakit sehingga tidak disadari oleh penderitanya. Meski begitu, pada tahap ini, infeksi sudah bisa ditularkan ke orang lain.

Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, sifilis dapat merusak otak, jantung, dan organ lain. Pada ibu hamil, infeksi juga berbahaya karena dapat menyebabkan kondisi janin tidak normal, bahkan kematian pada bayi. Oleh karena itu, kondisi ini perlu didiagnosis dan diobati sedini mungkin.

Penyebab dan Gejala Sifilis

Sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum yang menyebar melalui hubungan seksual dengan penderita raja singa. Bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui melalui kontak fisik dengan luka di tubuh penderita.

Gejala sipilis digolongkan sesuai dengan tahap perkembangan penyakitnya. Tiap jenis sifilis memiliki gejala yang berbeda. Berikut adalah penjelasannya:

  • Sifilis primer
    Sifilis jenis ini ditandai dengan luka (chancre) di tempat bakteri masuk.
  • Sifilis sekunder
    Sifilis jenis ini ditandai dengan munculnya ruam pada tubuh.
  • Sifilis laten
    Sifilis ini tidak menimbulkan gejala, tetapi bakteri ada di dalam tubuh penderita.
  • Sifilis tersier
    Sifilis ini dapat menyebabkan kerusakan otak, saraf, jantung, atau organ lain.

Pengobatan dan Pencegahan Sifilis

Pengobatan siflis akan lebih efektif jika dilakukan pada tahap awal. Selama masa pengobatan, penderita dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seks, sampai dokter memastikan infeksi sudah sembuh.

Sifilis dapat dicegah dengan perilaku seks yang aman, yaitu setia pada satu pasangan seksual dan menggunakan kondom setiap berhubungan intim. Selain itu, pemeriksaan atau skrining terhadap penyakit sifilis ini juga perlu dilakukan secara rutin pada orang-orang yang berisiko tinggi mengalami penyakit ini.

Baca Juga: Varikokel

Varikokel

Varikokel

Varikokel adalah pembengkakan pada pembuluh darah vena dalam kantong zakar (skrotum). Kondisi ini bisa menyebabkan kualitas dan kuantitas sperma menurun, testis gagal berkembang atau menyusut, bahkan kemandulan.

Normalnya, pembuluh darah yang membawa darah dari buah zakar (testis) ke penis tidak akan teraba. Namun, pada penderita varikokel, pembuluh darah tersebut akan membengkak sehingga skrotum terlihat seperti mengandung banyak cacing. Kondisi ini sekilas akan tampak seperti varises yang terjadi di tungkai.

Varikokel umumnya tidak menimbulkan gejala dan tidak berbahaya. Namun, kondisi ini juga bisa menyebabkan nyeri yang kemunculannya tidak menentu. Bahkan, pada beberapa kasus, varikokel bisa menghambat perkembangan testis sehingga berisiko menyebabkan gangguan kesuburan.

Penyebab Varikokel

Di sepanjang pembuluh darah vena, terdapat katup satu arah yang membuka aliran darah menuju jantung dan langsung menutup saat aliran darah melambat. Varikokel terjadi saat katup vena di skrotum tidak dapat menutup dengan baik sehingga darah berkumpul di belakang katup yang rusak.

Belum diketahui apa yang menyebabkan kondisi tersebut. Namun, pada kasus jarang terjadi, varikokel terjadi ketika pembuluh darah vena di perut tersumbat. Darah yang terkumpul pada pembuluh tersebut dapat memberikan tekanan balik pada vena yang lebih kecil di skrotum sehingga varikokel terjadi.

Varikokel juga bisa terjadi akibat tumor ginjal yang menekan pembuluh vena pada skrotum.

Gejala Varikokel

Varikokel biasanya terjadi pada salah satu atau kedua skrotum. Namun, varikokel pada kedua skrotum jarang terjadi.

Varikokel biasanya tidak menimbulkan gejala. Bahkan, penderita varikokel kadang tidak menyadari bahwa ia mengalami kondisi ini. Namun, pada beberapa penderita, kondisi ini dapat menimbulkan keluhan berupa:

  • Serangan jantung
  • Pembesaran
  • Rasa tidak nyaman di skrotum
  • Nyeri di testis yang memburuk saat berdiri atau melakukan aktivitas fisik dalam waktu lama, dan mereda saat berbaring
  • Benjolan kecil yang teraba di atas testis
  • Pembengkakan skrotum
  • Pembesaran vena teraba atau skrotum terlihat seperti dipenuhi cacing

Kapan harus ke dokter

Jika Anda mengalami gejala varikokel seperti yang telah disebutkan di atas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Hal ini karena pada beberapa kasus, varikokel bisa berbahaya sehingga perlu cepat ditangani.

Baca Juga: Inilah Tanda-Tanda Kehamilan yang Penting untuk Anda Ketahui

Diagnosis Varikokel

Dokter dapat mendiagnosis varikokel dengan cara meraba kedua skrotum ketika pasien berdiri atau berbaring. Dokter juga dapat meminta pasien melakukan gerakan mengambil napas dalam, lalu menahannya saat melakukan pemeriksaan. Teknik ini dikenal dengan istilah manuver Valsalva.

Untuk lebih memastikan diagnosis dan mencari penyebab varikokel, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang lain, seperti:

  • USG skrotum, melihat ukuran pembuluh darah secara detail
  • Pengukuran volume testis, untuk mengukur volume testis menggunakan orkidometer
  • Pemeriksaan sperma, untuk mengetahui kesuburan pasien

Pengobatan Varikokel

Pada varikokel yang menyebabkan nyeri, dokter akan memberikan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol. Dokter juga dapat menyarankan pasien memakai celana penyangga testis guna meredakan tekanan.

Sementara pada varikokel yang menimbulkan nyeri hebat, serta menyebabkan penyusutan testis atau kemandulan pada pria, dokter akan melakukan tindakan berupa:

Embolisasi

Embolisasi dilakukan dengan cara memasukkan sebuah selang untuk menjangkau varikokel melalui selangkangan atau leher. Dokter juga akan memasukkan zat untuk memblokir vena di perut yang menyebabkan perkembangan varikokel.

Operasi

Dokter akan menjepit atau mengikat pembuluh darah yang mengalami varikokel, untuk menghambat aliran darah ke pembuluh tersebut. Dengan begitu, darah akan mengalir ke pembuluh normal yang lainnya.

Operasi dapat dilakukan dengan bedah terbuka, atau teknik sayatan minimal dengan alat khusus yang dinamakan laparoskop.

Proses pemulihan setelah operasi adalah 1–2 hari. Kendati demikian, pasien perlu menghindari aktivitas berat selama 10–14 hari. Selain itu, pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis urologi juga perlu dilakukan selama 3–4 bulan ke depan, terutama bagi penderita yang mengalami kemandulan.

Komplikasi Varikokel

Komplikasi yang dapat timbul pada penderita varikokel antara lain:

Penyusutan testis

Penumpukan darah akibat macetnya aliran darah pada pembuluh vena di skrotum dapat meningkatkan tekanan dan risiko infeksi. Kondisi ini dapat membuat testis menyusut.

Kemandulan

Testis akan berfungsi secara optimal ketika suhu di sekitarnya berada 3°C di bawah suhu tubuh. Namun, varikokel dapat membuat suhu di sekitar testis menjadi lebih tinggi sehingga dapat mengganggu produksi, fungsi, atau pergerakan sperma.

Pencegahan Varikokel

Penyebab varikokel belum diketahui pasti hingga saat ini. Oleh karena itu, belum ada cara yang efektif untuk mencegah varikokel. Meski demikian, pria dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan testis mandiri secara berkala.

Pemeriksaan testis mandiri secara berkala bisa mendeteksi kelainan pada skrotum dan testis sejak dini. Dengan begitu, pemeriksaan secara medis dapat segera dilakukan untuk memastikan jika terdapat kelainan.

Inilah Tanda-Tanda Kehamilan yang Penting untuk Anda Ketahui

Inilah Tanda-Tanda Kehamilan yang Penting untuk Anda Ketahui

Tanda-tanda kehamilan bisa mirip dengan gejala sebelum menstruasi lho, seperti kram pada perut dan rasa tidak nyaman pada payudara. Tidak jarang, hal ini membuat banyak wanita tak sadar bahwa mereka sudah memasuki periode awal kehamilan.

Kehamilan merupakan salah satu berita menggembirakan yang ditunggu-tunggu oleh banyak pasangan suami istri. Namun terkadang, tanda-tanda kehamilan tidak disadari oleh sebagian wanita, terutama wanita yang belum pernah hamil sebelumnya.

Walau tidak semuanya, sebagian wanita baru menghentikan kebiasaan kurang sehat, seperti makan junk food dan minum soda, ketika menyadari bahwa dirinya hamil. Padahal, kesehatan ibu hamil dan janin lebih baik dijaga dan dipantau dari awal kehamilan. Oleh sebab itu, tanda-tanda kehamilan penting untuk diketahui.

Tanda-Tanda Kehamilan

Selain dapat diketahui dengan alat tes kehamilan atau test pack, kehamilan juga bisa Anda perhatikan dari tanda-tandanya, mulai dar yang melibatkan perubahan fisik hingga suasana hati. Berikut adalah tanda-tanda hamil yang bisa terjadi di awal kehamilan:

1. Perdarahan ringan dan kram pada perut

Pada proses kehamilan, sel telur yang telah dibuahi akan berkembang menjadi calon janin dan menempel pada dinding rahim. Proses penempelan ini dapat merusak beberapa pembuluh darah di dinding rahim dan menyebabkan perdarahan ringan.

Tanda ini biasanya terjadi antara 6–12 hari setelah sel telur dibuahi. Perdarahan bisa terlihat sebagai bercak darah berwarna pink atau coklat, dan bisa juga terlihat seperti darah menstruasi yang masih sedikit.

Selain perdarahan ringan, wanita hamil juga biasanya akan merasakan kram pada perut. Kram ini mirip dengan kram sesaat sebelum menstruasi, namun lebih ringan. Inilah yang menyebabkan pendarahan dan kram perut sering terlewatkan sebagai tanda hamil.

2. Terlambat menstruasi

Setelah calon janin menempel pada dinding rahim, tubuh Anda akan mulai memproduksi human chorionic gonadotropin (hCG), yakni hormon yang membantu tubuh menjaga kehamilan. Hormon ini juga berfungsi untuk menghentikan menstruasi Anda setiap bulannya selama masa kehamilan.

Kebanyakan wanita mulai tidak menstruasi 4 minggu setelah terjadinya pembuahan. Oleh karena itu, terlambat menstruasi 1 kali saja sudah bisa menjadi tanda hamil, kecuali pada wanita yang memang jadwal menstruasinya tidak teratur.

3. Perubahan pada payudara

Perubahan pada payudara dapat terjadi pada awal kehamilan. Biasanya, payudara akan menjadi bengkak, nyeri, dan terasa lebih berat. Area di sekitar puting juga biasanya berubah menjadi lebih gelap. Gejala yang satu ini hampir sama dengan yang dirasakan saat menstruasi, namun kali ini lebih sakit.

Perubahan tersebut terjadi karena tubuh Anda sudah menyiapkan diri untuk menyusui sejak awal kehamilan. Pada saat ini, aliran darah ke payudara akan meningkat, jaringan lemak baru mulai terbentuk, dan saluran susu juga mulai mengembang.

4. Kelelahan

Sejak awal hamil, kadar hormon progesteron dalam tubuh Anda akan meningkat. Hormon ini dapat membuat Anda mengantuk dan kelelahan walaupun aktivitas yang dilakukan sama seperti biasa.

Selain itu, kelelahan juga bisa disebabkan oleh banyaknya energi tubuh yang dipakai untuk mempersiapkan kehamilan, misalnya untuk memproduksi sel darah lebih banyak. Hal ini bisasanya dapat Anda rasakan 1 minggu setelah terjadinya pembuahan.

5. Lebih sering buang air kecil

Hormon hCG yang diproduksi saat minggu pertama kehamilan akan menyebabkan peningkatan aliran darah ke area panggul. Inilah yang menyebabkan wanita hamil cenderung akan buang air kecil lebih sering dari biasanya.

6. Mual-mual

Mual-mual atau morning sickness adalah salah satu tanda hamil yang paling terkenal. Seperti namanya, gejala ini biasanya muncul di pagi hari, namun tidak menutup kemungkinan mual-mual juga dirasakan di siang dan malam hari.

Mual-mual biasanya mulai dirasakan saat memasuki usia kehamilan 4–6 minggu, dan berakhir saat kehamilan memasuki trimester kedua (minggu ke-13 atau ke-14).

7. Perubahan suasana hati

Selama kehamilan, kadar hormon estrogen dan progesteron akan meningkat. Peningkatan hormon ini dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang lebih cepat dan membuat Anda lebih emosional atau sensitif dari biasanya, misalnya Anda jadi mudah cemas dan marah.

Baca Juga: Paracetamol (Acetaminophen)

Selain itu, ada pula beberapa tanda tidak spesifik lainnya yang bisa dirasakan oleh wanita hamil seperti ngidam, sakit kepala, sakit punggung, hingga sembelit.

Tanda-tanda hamil bisa berbeda bagi tiap wanita, ada yang merasakan semua tanda kehamilan di atas, namun ada juga yang hanya merasakan 1 atau 2 tanda saja. Selain itu, tanda-tanda ini bisa saja tertukar dengan tanda sebelum menstruasi atau kondisi kesehatan lain.

Oleh sebab itu, bila Anda menyadari 1 atau 2 tanda-tanda di atas, ada baiknya Anda melakukan tes kehamilan dengan test pack untuk memastikan apakah Anda hamil atau tidak. Jika hasilnya positif, mulailah menjaga kesehatan dan kehamilan Anda, ya.

Tetap usahakan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, terutama yang kaya akan protein dan zat besi, walaupun Anda mungkin merasa tidak nafsu makan. Jangan lupa juga untuk beristirahat lebih banyak, agar Anda bisa terhindar dari kelelahan dan suasana hati tetap terjaga.

Selain itu, segera buat janji dengan dokter untuk memeriksakan kehamilan Anda, ya. Dengan begitu, kesehatan Anda dan janin bisa terpantau sejak dini.

Perkiraan Biaya Kuliah Kebidanan Untuk Jenjang S1

Perkiraan Biaya Kuliah Kebidanan Untuk Jenjang S1

Kamu pengen kuliah kebidanan? Berapa sih biaya kuliah kebidanan? Kamu pasti ingin tahu bukan berapa banyak yang akan Kamu habiskan nantinya jika mengambil jurusan kebidanan. Nah sebelum itu Kamu harus tahu kalau kuliah jurusan kebidanan ada syaratnya lho. Salah satu syarat agar Kamu bisa kuliah kebidanan yaitu hanya untuk perempuan. Hal ini memang sudah peraturan dari Kementerian Kesehatan bahwa bidan adalah seorang perempuan.

Selain itu syarat lainnya yaitu Kamu tidak buta warna, baik buta warna parsial maupun buta warna total. Setelah mengetahui syaratnya Kamu harus tahu juga apa sih kebidanan itu? Apa hanya membantu proses persalinan saja? Yuk simak lebih lanjut lagi mengenai kebidanan agar Kamu tidak menyesal nantinya jika ingin mengambil program studi kebidanan.

Seorang bidan umumnya yaitu orang yang membantu proses persalinan seorang ibu, namun tidak hanya itu saja, bidan harus paham setiap proses dan fase-fase dalam kehamilan, bagaimana cara merawat diri saat masa kehamilan, bagaimana proses persalinan agar tidak membahayakan ibu dan sang bayi, bagaimana sebaiknya menyusui bayi, merawat serta tumbuh kembang bayi, harus paham tentang fungsi-fungsi reproduksi, hingga program Keluarga Berencana (KB).

Jika Kamu mengambil jurusan kebidanan Kamu harus mempelajari dan menghafal anatomi tubuh manusia, sistem kerja saraf dan sel. Tidak hanya dokter saja yang harus mempelajarinya namun seorang bidan wajib juga wajib untuk tahu. Kamu juga akan mempelajari bagaimana cara merawat pasien dengan baik, dan apa yang harus dihadapi jika proses persalinan tidak berjalan normal.

Bidan adalah salah satu pekerjaan yang mulia, di Indonesia masih banyak membutuhkan tenaga kebidanan yang handal karena masih banyak bahaya yang bisa mengancam ibu melahirkan dan bayinya jika tidak ditangani oleh orang yang ahli dibidangnya. Seorang bidan juga harus mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap pasien demi kenyamanan saat proses persalinan.

Baca Juga: 5 KAMPUS SWASTA TERBAIK DI INDONESIA

Untuk mata kuliah yang harus Kamu tempuh saat kuliah kebidanan antara lain : biologi dasar dan biologi perkembangan, keterampilan dasar kebidanan, komunikasi dalam praktek kebidanan, konsep kebidanan, etikolegal dalam praktik kebidanan, kesehatan masyarakat, kesehatan reproduksi, gizi, dan KB, mutu layanan kebidanan, asuhan kebidanan kehamilan, kebidanan komunitas, teknologi informasi kebidanan, asuhan kebidanan persalinan dan bayi baru lahir, farmakologi, dan lain-lain.

Untuk lulusan kebidanan pastinya Kamu akan bekerja di klinik, puskesmas, dan rumah sakit sebagai tenaga bidan karena lulusan bidan masih banyak dibutuhkan sekarang ini. Kamu juga bisa membuka praktek sendiri atau menjadi konsultan kesehatan kehamilan dan reproduksi.

Biaya Kuliah Kebidanan

Untuk biaya kuliah kebidanan yang harus Kamu persiapkan yaitu sekitar 1 juta hingga 13 jutaan per semester, namun tidak semua sebanyak itu karena UKT akan disesuaikan dengan gaji orang tua Kamu. Kamu tidak perlu khawatir karena dari pihak universitas pastinya sudah memperhitungkannya dengan baik.

Biaya kuliah untuk universitas negeri dan swasta juga berbeda-beda, biasanya memang biaya kuliah di universitas swasta sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan universitas negeri. Tetapi Kamu jangan khawatir karena sekarang banyak universitas di Indonesia yang menyediakan beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi seperti bidikmisi dan lain sebagainya.

Paracetamol (Acetaminophen)

Paracetamol (Acetaminophen)

Paracetamol adalah obat untuk meredakan demam dan nyeri, termasuk nyeri haid atau sakit gigi. Paracetamol atau acetaminophen tersedia dalam bentuk tablet, sirop, tetes, suppositoria, dan infus.

Walaupun mekanisme kerjanya belum diketahui secara pasti, paracetamol diketahui bekerja pada pusat pengaturan suhu yang ada di otak untuk menurunkan suhu tubuh saat seseorang sedang mengalami demam. Selain itu, obat ini juga bisa menghambat pembentukan prostaglandin, sehingga bisa meredakan nyeri.

Merek dagang paracetamol: Hufagesic, Mixagrip Flu, Feminax, Naprex, Panadol, Paramex SK, Paramol, Poro, Sanmol, Tempra, Termorex, Oskadon.

Bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona dan memerlukan pemeriksaan COVID-19, klik tautan di bawah ini agar Anda dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat:

  • Rapid Test Antibodi
  • Swab Antigen (Rapid Test Antigen)
  • PCR

Apa Itu Paracetamol

Golongan Obat bebas
Kategori Obat penurun panas dan pereda nyeri (analgesik dan antipiretik)
Manfaat Meredakan demam dan nyeri
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Paracetamol untuk ibu hamil dan menyusui Obat minum dan suppositoriaKategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Infus dan suntik

Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Paracetamol dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, lebih baik berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Bentuk obat Tablet, kaplet, sirop, tetes, infus, dan suppositoria.

Peringatan Sebelum Menggunakan Paracetamol (Acetaminophen)

Sebelum menggunakan paracetamol, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Jangan menggunakan paracetamol jika Anda alergi terhadap obat ini. Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda menderita penyakit liver, penyakit ginjal, atau kecanduan alkohol.
  • Beberapa produk paracetamol sirup mungkin akan mengandung aspartame, konsultasikan dengan dokter jika Anda menderita diabetes atau fenilketonuria.
  • Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum Anda memberikan paracetamol kepada anak usia di bawah 2 tahun.
  • Paracetamol suntik hanya boleh diberikan oleh dokter di rumah sakit atau fasilitas kesehatan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi suplemen, produk herbal, atau obat tertentu, seperti obat antikejang, obat batuk pilek, atau obat pengencer darah.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal konsumsi obat penurun demam dan antinyeri, seperti paracetamol jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah menggunakan paracetamol.

Dosis dan Aturan Pakai Paracetamol (Acetaminophen)

Dosis paracetamol akan disesuaikan dengan bentuk sediaan obat, tujuan penggunaan, dan usia pasien. Secara umum, berikut dosis paracetamol tablet atau suppositoria untuk meredakan nyeri dan demam, sesuai usia pasien:

  • Dewasa: 500-1.000 mg atau 10–15 mg/kgBB, tiap 4–6 jam. Dosis maksimal 4.000 mg per hari.
  • Bayi dan anak-anak: 10–15 mg/kgBB, tidak 4–6 jam. Dosis tidak boleh lebih dari 15 mg/kgBB per dosis.

Dosis untuk anak-anak berusia dibawah 2 tahun akan ditentukan oleh dokter. Khusus untuk paracetamol infus, dosis dan pemberiannya akan dilakukan langsung oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter sesuai kondisi pasien.

Cara Menggunakan Paracetamol (Acetaminophen) dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada pada kemasan obat sebelum menggunakan paracetamol. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Paracetamol infus akan diberikan langsung oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Obat akan diberikan sesuai anjuran dokter.

Paracetamol dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Untuk paracetamol sirop, kocok botol terlebih dahulu sebelum obat digunakan. Gunakan sendok takar yang tersedia di dalam kemasan obat agar dosis lebih tepat.

Paracetamol suppositoria digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam anus. Pastikan Anda membuka plastik pembungkusnya terlebih dahulu, kemudian masukkan obat bagian ujung yang lancip ke dalam dubur.

Setelah obat masuk, duduk atau berbaring terlebih dahulu selama 10–15 menit hingga obat terasa meleleh. Jangan lupa cuci tangan sebelum dan sesudah memasukkan paracetamol suppositoria. Paracetamol suppositoria perlu disimpan di dalam kulkas.

Hentikan penggunaan paracetamol jika keluhan tidak kunjung reda setelah 3 hari menggunakan obat ini.

Simpan paracetamol di tempat yang kering dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Penggunaan paracetamol untuk infeksi virus Corona

Paracetamol merupakan obat penurun demam yang dianjurkan untuk meredakan demam akibat infeksi virus Corona (COVID-19). Dosis yang digunakan sama dengan dosis yang sudah dijelaskan di atas.

Anda dapat menggunakan paracetamol sebagai pengobatan awal jika mengalami demam ringan. Namun, jika demam yang dialami tidak kunjung reda atau justru memburuk dan disertai sesak napas, segera periksakan diri ke dokter.

Baca Juga: Manfaat Vaksin Penting untuk Mencegah Penularan Penyakit

Interaksi Paracetamol (Acetaminophen) dengan Obat Lain

Paracetamol dapat menimbulkan interaksi jika digunakan dengan obat lainnya. Berikut ini beberapa interaksi yang dapat terjadi:

  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakandengan warfarin
  • Penurunan kadar paracetamol dalam darah jika digunakan dengan carbamazepine, colestiramine, phenobarbital, phenytoin, atau primidone
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping obat busulfan
  • Peningkatan penyerapan paracetamol jika digunakan dengan metoclopramide,domperidone, chloramphenicol, atau probenecid
  • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan isoniazid

Selain itu, jika paracetamol digunakan bersama alkohol maka bisa meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati.

Efek Samping dan Bahaya Paracetamol (Acetaminophen)

Jika dikonsumsi sesuai anjuran dokter dan petunjuk penggunaan, paracetamol umumnya jarang menimbulkan efek samping. Namun, jika digunakan secara berlebihan dapat muncul beberapa efek samping berikut:

  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Sulit tidur
  • Perut bagian atas terasa sakit
  • Urin berwarna gelap
  • Lelah yang tidak biasa
  • Penyakit kuning

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung mereda atau semakin memburuk. Anda juga harus segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat setelah menggunakan obat ini.

Loratadine

Loratadine

Loratadine adalah obat untuk meredakan gejala alergi, seperti bersin, hidung meler, mata berair, ruam kulit yang terasa gatal, atau biduran. Pada orang yang alergi, paparan zat pemicu (alergen) akan meningkatkan produksi dan kerja histamin, sehingga muncul keluhan dan gejala alergi.

Loratadin adalah obat antihistamin generasi kedua. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja histamin saat seseorang terpapar alergen. Dengan begitu gejala dan keluhan akibat reaksi alergi bisa mereda. Namun, perlu diingat bahwa obat ini tidak bisa menyembuhkan alergi.

Obat ini diketahui tidak melewati sawar darah atau lapisan otak, sehingga lebih jarang menyebabkan kantuk. Obat ini tidak boleh digunakan sembarangan dan harus sesuai dengan resep dokter.

Baca Juga: Manfaat Vaksin Penting untuk Mencegah Penularan Penyakit

Merek dagang loratadine: Alerhis, Allohex, Claritin, Cronitin, Inalergi, Inclarin, Loran, Lorahistin, Loratadine, Lorhis, Lotagen, Omellegar, Picadin

Apa Itu Loratadine

Golongan Obat resep
Kategori Antihistamin
Manfaat Meredakan gejala alergi
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak usia ≥2 tahun
Loratadine untuk ibu hamil dan menyusui Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.Loratadine dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.
Bentuk obat Tablet, kaplet, dan sirop

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Loratadine

Loratadine perlu digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Perhatikan beberapa hal berikut sebelum mengonsumsi loratadine:

  • Jangan mengonsumsi obat ini jika Anda alergi terhadap loratadine atau desloratadine. Beri tahu dokter riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita gagal hati, gagal ginjal, epilepsi, atau porfiria.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen, atau produk herbal.
  • Beri tahu dokter jika Anda berencana untuk melakukan tes alergi, selama menjalani pengobatan dengan loratadin, karena obat ini dapat mempengaruhi hasil tes tersebut.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol saat mengonsumsi loratadine, karena bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Jangan melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan, termasuk mengemudikan kendaraan setelah mengonsumsi loratadine, karena pada beberapa orang, obat ini bisa menyebabkan kantuk.
  • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis, setelah mengonsumsi loratadine.

Dosis dan Aturan Pakai Loratadine

Dosis loratadine akan ditentukan oleh dokter sesuai dengan usia, kondisi, dan respons pasien terhadap pengobatan. Secara umum, berikut adalah rincian dosis loratadine untuk mengatasi alergi:

  • Dewasa dan anak usia >12 tahun: 10 mg, 1 kali sehari atau 5 mg, 2 kali sehari.
  • Anak usia 2–12 tahun dengan berat badan >30 kg:10 mg, 1 kali sehari.
  • Anak usia 2–12 tahun dengan berat badan <30 kg: 5 mg, 1 kali sehari.

Cara Mengonsumsi Loratadine dengan Benar

Gunakan loratadine sesuai anjuran dokter dan baca keterangan pada kemasan obat. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa anjuran dokter. Loratadine merupakan obat alergi yang biasanya hanya digunakan dalam jangka pendek.

Loratadine bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Sebisa mungkin konsumsi obat pada waktu yang sama tiap harinya.

Loratadine dalam bentuk tablet atau kaplet sebaiknya ditelan dengan bantuan air, susu, atau jus. Jangan menggigit atau mengunyah loratadine bentuk tablet atau kaplet, telan obat dengan utuh.

Untuk loratadine dalam bentuk sirop, Anda perlu mengocok botol kemasannya terlebih dahulu. Gunakan sendok takar atau alat ukur yang tersedia dalam kemasan agar dosisnya tepat.

Berhenti mengonsumsi loratadine dan lakukan pemeriksaan ke dokter jika biduran yang dialami tidak membaik dalam 3 hari pengobatan. Apabila lupa mengonsumsi loratadine, segera konsumsi begitu ingat. Jika jeda waktu dengan dosis selanjutnya sudah dekat, abaikan dosis tersebut dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.

Simpan loratadine di tempat bersuhu ruangan yang tidak lembap. Hindarkan obat dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Loratadine dengan Obat Lain

Ada beberapa efek interaksi yang dapat terjadi jika loratadine digunakan bersama dengan obat lain, yaitu:

  • Peningkatan kadar loratadine di dalam darah jika digunakan dengan cimetidine, clarithromycin, erythromycin, atau fluconazole
  • Peningkatan efek everolimus atau tacrolimus
  • Penurunan efek terapi dari loratadine jika digunakan dengan obat barbiturat,  carbamazepine, rifampicin, atau suplemen St John’s Wort

Efek Samping dan Bahaya Loratadine

Pada beberapa orang, salah satu efek samping yang bisa terjadi setelah mengonsumsi loratadine adalah kantuk. Selain itu, ada beberapa efek samping lain yang bisa terjadi, yaitu:

  • Sakit kepala
  • Rasa lelah
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Rasa gugup
  • Mulut kering

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping di atas tidak membaik atau makin memburuk. Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Jantung berdebar atau jantung berdetak dengan tidak beraturan (aritmia)
  • Sakit kepala yang sangat berat
  • Rasa melayang seperti akan pingsan

Manfaat Vaksin Penting untuk Mencegah Penularan Penyakit

Manfaat Vaksin Penting untuk Mencegah Penularan Penyakit

Manfaat vaksin yang paling mendasar adalah sebagai upaya mencegah penyakit menular. Hal ini karena vaksin dapat memberikan tubuh Anda pertahanan dan perlindungan dari berbagai penyakit infeksi yang berbahaya.

Vaksin adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk daya tahan tubuh. Vaksin dapat merangsang tubuh agar menghasilkan antibodi yang dapat melawan kuman penyebab infeksi.

Vaksin mengandung virus atau bakteri, baik yang masih hidup maupun yang sudah dilemahkan. Vaksinasi dapat diberikan dalam bentuk suntikan, tetes minum, atau melalui uap (aerosol).

Manfaat Vaksin Bagi Tubuh

Berikut ini adalah beberapa manfaat vaksin yang penting bagi tubuh:

Mencegah penyebaran penyakit

Tidak hanya melindungi tubuh dari serangan penyakit serius, pemberian vaksin juga dapat membantu mencegah penyebaran penyakit.

Contohnya, kasus kematian pada bayi dan anak-anak akibat wabah penyakit campak dan pertusis (batuk rejan) yang dahulu pernah menggemparkan dunia. Hal ini terjadi karena pada saat itu belum ditemukan vaksin untuk kedua penyakit tersebut.

Melindungi dari risiko kematian dan cacat

Pemberian vaksin terbukti dapat menurunkan risiko seseorang terkena berbagai penyakit yang dapat mengakibatkan kematian maupun kecacatan. Misalnya, pemberian vaksin cacar pada anak-anak dapat membantu mencegah mereka terjangkit cacar di kemudian hari.

Begitu pula dengan pemberian vaksin campak dan rubela yang dapat membantu menurunkan risiko penularan virus tersebut dari ibu hamil kepada janin dalam kandungan maupun kepada bayi yang baru lahir.

Menghemat waktu dan biaya

Pemberian vaksin merupakan salah satu investasi kesehatan yang paling murah karena terbukti dapat mencegah dan mengurangi angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat suatu penyakit.

Pemberian vaksin dapat membantu seseorang terhindar dari berbagai macam penyakit yang dapat menyebabkan sakit berkepanjangan, yang tak hanya merugikan dari segi finansial namun juga waktu.

Jenis Vaksinasi yang Penting untuk Anak

Vaksinasi merupakan salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan orang tua dalam melindungi buah hatinya dari beragam penyakit serius yang berpotensi membahayakan atau bahkan menyebabkan kematian.

Vaksin atau imunisasi mampu memberi perlindungan terhadap penyakit tertentu sesuai jenis vaksinnya, antara lain:

  • Vaksin hepatitis B untuk mencegah virus Hepatitis B yang dapat menyerang dan merusak hati serta menyebabkan kanker hati.
  • Vaksin hepatitis A untuk mencegah radang hati karena virus hepatitis A.
  • Vaksin polio untuk mencegah serangan virus polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan.
  • Vaksin BCG untuk mencegah tuberkulosis paru, kelenjar, tulang dan radang otak yang bisa menimbulkan kematian atau kecacatan.
  • Vaksin DPT untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Penyakit difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan jalan napas, serta mengeluarkan racun yang dapat melumpuhkan otot jantung. Penyakit Pertusis dapat menyebabkan infeksi saluran napas berat, sedangkan kuman tetanus bisa mengeluarkan racun yang menyerang saraf pada otot, sehingga otot menjadi kaku.
  • Vaksin campak untuk mencegah penyakit campak yang dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), diare, atau gangguan otak.
  • Vaksin Hib dan pneumokokus (PCV) dapat mencegah infeksi saluran napas berat (pneumonia) dan radang otak (meningitis).
  • Vaksin influenza untuk mencegah influenza berat.
  • Vaksin tifoid dapat mencegah penyakit demam tifoid berat.
  • Vaksin MR dapat mencegah penyakit morbili (campak) dan rubela (campak Jerman).
  • Vaksin cacar air (varisela) untuk mencegah penyakit cacar air.

Efek Samping Vaksin

Pemberian vaksin pada anak-anak dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti timbulnya rasa nyeri atau ruam pada kulit di area suntikan. Selain itu, ada pula reaksi setelah imunisasi berupa demam ringan sampai tinggi, bengkak, kemerahan, dan anak menjadi rewel. Umumnya, gejala tersebut akan hilang dalam 3–4 hari, walau terkadang ada yang berlangsung lebih lama.

Dalam hal ini, Anda bisa melakukan langkah-langkah sederhana seperti memberikan obat penurun panas tiap 4 jam, kompres air hangat, berikan pakaian yang tipis pada Si Kecil dan hindari penggunaan selimut, serta berikan ASI lebih sering. Bila tidak membaik atau bertambah parah, segera hubungi dokter untuk penanganan selanjutnya.

Hal yang perlu ditekankan adalah manfaat vaksin jauh lebih besar daripada efek samping yang mungkin terjadi. Meski demikian, vaksinasi tidak selalu dapat mencegah penyakit, namun dapat meringankan tingkat keparahan suatu penyakit.